04 April 2012

Jangan pernah takut untuk bermimpi! Sebuah kalimat pendek yang selalu menghiasi pikiran-pikiranku ketika pertama kali berniat melanjutkan pendidikan di Kota Jakarta. Tentu amat beralasan memotivasi diri kala itu, sebab semuanya serba terbatas, mulai dari dana yang tak pernah cukup, harus meninggalkan anak-istri, dan tentu rasa takut untuk mengembara di belantara Jakarta yang selalu menghantui anak-anak daerah. Paling tidak, Jakarta dianggap kota yang kejam, individualistik, dan banyak menawarkan tipu daya.

Jangan pernah takut untuk bermimpi!. Bagi saya ini kata-kata ’azimat’ bagi siapa saja yang merasa ingin menggapai kesuksesasan. Sebenarnya ini juga saya berikan buat senior saya Kak Andi Adha Arsyad, seorang lurah di Kabupaten Kolaka (Sultra) dan telah hampir tiga tahun lamanya berniat melanjutkan pendidikannya di Kota Jakarta, namun hingga kini belum kesampaian. Alasannya memang logis; .dana yang terbatas, psikologi anak-istri yang belum siap, hingga segala macam argumentasi yang masuk akal.

Saya paham, dan ini semua ketakutan yang akan dialami semua orang jika belum pernah merasakannya. Tapi saya amat meyakini seorang Kak Adha bisa menjalaninya, jika niat ’nekat’ itu ditancapkan kedalam benaknya dalam-dalam. Apologi saya juga sederhana untuk menjawab keresahan itu. 

”Kak, di Jakarta ini, banyak orang tidak memiliki pekerjaan menetap, tetapi bisa menyelesaikan master bahkan doktornya, Allah itu maha bijak dan Maha Mengetahui..”
”Kak di Jakarta ini, banyak orang yang status ekonominya amat rendah, tetapi karena kesungguhannya, ia mampu menggapai cita-citanya,”

Bagi saya, jarak antara Jakarta-Kolaka amatlah dekat, bukan sebuah penghalang untuk merengkuh masa depan kita. Ketakutan seseorang sebenarnya hanya hadir karena cara berfikir kita yang selalu di bingkai oleh asumsi-asumsi negatif yang mendahuluinya. Semua akan berubah, jika kita mengubah cara pandang itu, bila kita mulai ’bertindak’ sejak sekarang. Terlalu lama berfikir, maka sepanjang itu pula asumsi-asumsi negatif akan mewarnai pikiran kita.

Yang pasti, segala sesuatu yang diniatkan dengan baik, meski serba terbatas, yakinlah bahwa akan ada cara yang selalu kita perbuat. ”Seorang pencuri saja bisa lolos dari sergapan banyak orang, karena dia langsung bertindak. Sebab pencuri membuang jauh-jauh pikiran-pikiran yang menghantu bila dirinya akan tertangkap. Apalagi mencari kebaikan. Setiap kali berniat tentang kebaikan, maka saat itu pula seribu pintu akan terbuka meloloskan kita”

Yakinkan diri Anda sekarang juga, bila Anda bisa datang Ke Jakarta.
Bila pilihan Anda bukan di kota ini, Makassar juga pilihan terbaik.
Ikutlah jejak rekan Takwa Rahman, yang kini telah memulai tindakannya.
Saya amat yakin ia mampu merengkuh cita-cita yang menjadi impiannya.

Jangan pernah khawatir. Sebab Selalu Ada Jalan, Jika Kita Serius!



1 comment:

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX