21 March 2010

Malam ini hatiku tersayat..
Seorang anak usia lima tahun berjalan gontai..
Ia menapaki kota ramai nan permai..
Menjumput gelas-gelas bekas minuman mineral sambil bersungut…

Anak kecil berlalu pergi…
Ia lalu duduk mengasoh menatap langit-langit…
Mataku tak lagi memandang…ia tenang..
Deru mesin berjalan tiada peduli..
Anak kecil pun tidur..disebuah trotoar bersama karungnya..
Anak kecil tertidur, bahagia…tidur didepan pelataran istana rumah pejabat…

Mataku memandang kukira boneka..
Anak kecil begitu lelah…tidur pulas tanpa ayah dan ibu…
Kubangunkan Dia, lima ribu kuberikan..
Sepuluh ribu mengucur dari tangan rekanku..
Matanya mendelik kaget…lima belas ribu ditangannya..
Dia seperti bermimpi…

Tanganku menyapu kepalanya….
Menyuruhnya pergi tanpa hardik..
Hatiku menangis….Tak kuasa menahan..
Ya Allah berikan dia kemulyaan…

Hatiku perih, mengingat masa laluku…
Mengingat nasib anakku kelak…
Ya Allah, sampai kapan ia menikmati kemiskinannya..
Ya Allah, terlalu berat beban yang dia pikul..

Anak kecil beranjak pergi…
Mulutnya diam…tapi matanya bicara…
Siapa Anda, yang membuatku terbangun
Diantara tidur dan mimpiku didepan istana…
Maaf sayang…kuganggu tidurmu…
Maafkan aku…apa yang kuberikan..
Tak sebanding harapanmu….

Maaf Sayang, aku menulismu dalam baitku…
Menulismu dalam dosaku dan  para pejabat itu…

                    Baubau, 20 Maret 2010, pukul 11.30 wita

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX