12 October 2010

Kalau saja Negara Taiwan langsung memblokir produk Indomie sebagai makanan berbahaya di negeri itu, tentu Aku termasuk yang paling was-was bahkan sangat takut, dengan ‘efek racun’ (seandainya ada) dalam produk Indomie itu. Paling tidak, aku telah menjerumuskan hidup anakku dalam lembah keracunan.

Tapi Saya juga ingin berkata, “terima kasih Indomie, engkau telah memberi kekuatan pada Anakku, hingga kini telah berumur 8 tahun, dan kini duduk di kelas II SD, tanpa ada masalah. Setahun lalu, saya pernah menulis di kompasiana dengan judul “Putraku Tersayang, 7 Tahun Tak Mengenal Nasi. (baca disini).

Sebenarnya Saya ragu mengungkapkannya, sebab dimana-mana orang mengatakan, makanan mie instant sangat berbahaya, karena mengandung bahan pengawet. Tapi demi sebuah arti kelangsungan hidup putraku, apa boleh buat, kami sekeluarga merelakannya. Alhamdulillah, sampai sekarang anakku tumbuh sehat, dan bisa sekolah seperti anak-anak Indonesia pada umumnya. Saking getolnya dengan Indomie, Indomie telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Moc. Reva, putraku yg 8 tahun tak mengenal Nasi
Reva lagi asyik bermain laptop
Putra kesayanganku itu bernama Moch. Reva Amirul Hamzah. Kami sekeluarga memanggilnya ‘Reva’.

Yang pasti, saya ingin mengatakan, bila usia Reva yang ke-8 tahun, sama sekali tak mengenal nasi, Dia hanya mengenal Indomie, dan belakangan ini mulai mengkomsumsi tahu, tempe, keju, roti dan susu. Itulah yang membesarkannya.

Kalau ada yang bertanya, kenapa tidak dipaksakan makan nasi? Atau terapi ke dokter?. Saya tak agi mampu menuliskannya, semuanya telah kami lakukan. Bicara Nasi, sama saja dengan bicara ‘Api Neraka’ bagi Reva. Tubuhnya tak lagi bisa menerima. Bahkan pernah kami paksakan secara diam-diam, tapi kemudian dimuntahkannya. Ya, Saya hanya bisa pasrah, menyerahkan semuanya pada Ilahi, mau diapakan Reva-ku.

Yang pasti, Reva masih bisa kami banggakan. Reva sejak kelas 1 SD telah mampu membaca baik abjad latin, maupun abjad Arab. Mungkin tak puas dengan tulisan singkat ini? Maka kami sarankan kemabali membaca kisah putraku yang 8 tahun tak pernah makan nasi. (baca lagi disini). (**)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX