20 January 2011

Entah apa isi hati ini…Malamku terpojok..Pagi terperosok…Siangku terkulai…
Batinku seolah berkaca pada cermin-cermin retak yang buram..
Hatiku tak lagi berdawai..tak lagi menebarkan irama-irama kerinduan…
Ia  hanya berdetak kosong dan sekedar memberi tanda kehidupan…

Rasanya lunglai beranjak dari tepian kursi…
Rasanya asa-ku tak lagi memancar dari pikiranku…
Rasanya nyali-ku hilang bersama harapanku…
Rasanya Aku mati sebelum tiba waktunya….

Baru tersadar bila kehidupan ibarat laut yang pasang surut…
Kadang pasang setinggi langit…kadang surut ditelan bumi…
Manusia memang hamba yang lemah…
Namun kuat bila ditopang hati yang bergemuruh…

 Kuhanya bisa tersenyum dalam kelam….
Kuhanya bisa tertawa dalam gelap…
Mungkin kini aku tenggelam di titik nadir…
Entah kapan semua berakhir…

Aku hanya bisa berkata…
Berdamailah dengan kenyataan…
Sebab suatu saat akan berubah…

Tuhan…Jangan Kau remukkan muka-ku……

Apa yang Kucari?
 Andai saja malamku penuh cahaya rembulan itu…
Maka kubenamkan mukaku pada Sang Rembulan…
Andai saja siangku penuh mega surya…
Aku tatap matahari itu…

Tapi…tulangku mulai rapuh…
Tapi…ototku tak liat lagi…
Jiwaku seolah kosong…
Dalam menatapmu…
Dalam menghambamu…

Lalu apa yang kucari…
Aku hanya berharap…
Kelak Kau menatapku…
Memberiku kemulyaan,,,
Menjadikanku sebagai Manusia…

Apakah Aku telah menemukanmu..?
Bila tidak…temukan Aku………………
 

(cikini diperbatasan hari, 20 januari 2011)

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX