29 October 2011

Sepekan setelah saya meluncurkan blog ini, saya mulai merasakan kesulitan untuk menulis ‘tema-tema’ sederhana seputar Pak Prabowo Subianto. inilah kekurangan yang kerap ditemui seorang penulis jika sama sekali belum berhadapan langsung dengan subjek yang ditulisnya. Semuanya serba imaginer dan mereka-reka. Sekalipun demikian, bahasan tentang sosok beliau tak pernah habis. Saya ter-inspirasi seorang komentator blog ini, yang mengapresiasi tulisan-tulisan saya dengan ucapan terima kasihnya, karena menganggap saya telah ‘membumikan’ Pak Prabowo. Sayapun tak lupa memberi ucapan yang sama atas atensi yang diberikan. Karena memang tak ada niat lain, terkecuali mengasah sensitivitas sebuah tulisan. Kalimat yang kerap saya ucapkan.

Inspirasinya, membuat saya mencari sejumlah figur publik yang digadang-gadang menjadi calon Presiden RI. Tak perlu saya sebutkan nama. Tetapi seharian saya searching tentang tokoh-tokoh dimaksud, namun saya tak menemukan jejaring sosial khusus dari para figur dimaksud, terkecuali Pak Prabowo itu sendiri, khususnya melalui facebook. Yang banyak saya temukan hanya ‘situs-situs’ figur yang mempromosikan biografi singkat, tanpa ada ‘dialog’ langsung antara pembaca dengan figur dimaksud. Saya pun mengambil kesimpulan, jika Pak Prabowo-lah satu-satunya Calon Presiden yang berani menyapa rakyatnya secara langsung.

Kesimpulan sementara itulah yang membuat saya berani untuk berspekulasi dengan kalimat yang amat politis bahwa “Pak Prabowo Paling Siap Jadi Presiden”. Benarkah? Indikatornya bagi saya amat sederhana. Pak Prabowo adalah calon Presiden yang memfungsikan jejaring sosial berupa facebook maupun twitter, yang komentar-komentarnya ditulis langsung oleh beliau. Saya amat meyakini itu, sebab jika komentar itu diwakili oleh seseorang, maka kometar-komentar itu hanya seputar sapaan biasa, dan tak berani memberi ‘kontrak politik’ berupa pernyataan-pernyataan politis, yang menggambarkan visi beliau tentang kejayaan Indonesia Raya.

Lebih dari itu, melalui facebook dan twitter, Pak Prabowo juga berani membuka ‘forum’ dan meminta rakyat Indonesia bertanya langsung padanya, dan tentunya akan dijawabnya, meski tidak semua pertanyaannya terjawab secara detail satu persatu, mengingat banyaknya komentar yang masuk ditambah (mungkin) kesibukan Pak Prabowo yang begitu padat. Tetapi yang menarik, setiap hari Pak Prabowo tak lupa menyapa rakyat Indonesia, memberikan komentar dan solusi, serta menjawab pertanyaan yang bisa di jawabnya.

Tentu ini merupakan hal yang positif, dari seseorang yang punya niatan untuk menjadi pemimpin di negeri ini. Apalagi kita semua mengetahui jejaring social seperti ini adalah ‘front terbuka’ yang sulit menghindari adanya kecaman maupun kritikan. Tetapi Pak Prabowo telah membuktikannya bahwa beliau sosok militer, sosok politisi dan sosok pengusaha yang tak pernah takut dengan kritikan dan kecaman. Bahkan kepada saya, beliau melalui sapaannya ‘meminta’ saya untuk tetap kritis pada beliau. Saya terkesima dengan hal-hal seperti ini, sebab beliau sadar jika kritik adalah ruang yang nyata untuk melihat apa kekuarangan yang dimiliki oleh sesorang. Termasuk pribadi Pak Prabowo.
----------------
“Pak, kenapa belum beristri hingga sekarang??” pertanyaan dari seorang facebookers yang menurut saya menggelikan namun patut diperhitungkan Pak Prabowo. Beliau menjawab,” Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT”. Awalnya saya berpikir, pertanyaan ini tak di jawab Pak Prabowo, tetapi dugaan saya meleset. Beliau menjawabnya dengan tegas, seperti kalimat di atas. Memang jawaban itu, mengesankan Pak Prabowo tidak berani berspekulasi, tentunya karena jodoh adalah sesuatu yang misteri, dan manusia tak seorang pun berani memastikan kapan datangnya. Kalangan agamawan mengatakan, jodoh, reski, dan maut, hanyalah Tuhan yang mengetahuinya.

Memang, pertanyaan seputar siapa ‘istri’ Pak Prabowo pasca menduda, memang menyeruak di benak Rakyat Indonesia. Tentu karena mereka percaya bahwa tanpa ‘pendamping hidup’ se kaya apapun, sepintar apapun, sejantan apapun, seganteng apapun seseorang tentu dianggap tak sempurna jika belum memiliki pendamping hidup. Apalagi seorang Presiden, dimana negara kita telah menjadikan sebuah ‘kebiasaan’ akan adanya seorang yang berstatus ‘Ibu Negara’. Selebihnya keinginan rakyat Indonesia untuk melihat Pak Prabowo menikah lagi, tentu juga didasari dengan upaya menghindarkan Pak Prabowo dari ‘fitnah’, apalagi dalam kapasitas ‘kemampuan’ Pak Prabowo dianggap mampu dalam segala hal. Makanya saya juga berkata, “segeralah menikah Pak!”.

Lalu apakah hanya keterbukaan Pak Prabowo menyapa rakyatnya, lalu kemudian menjadi indicator kesiapan beliau menjadi Presiden? Sederhananya memang seperti itu. Saya tak perlu ‘menggurui’ Rakyat Indonesia tentang siapa Pak Prabowo. Sebab yang pasti, rakyat telah mengetahui sepak terjang dan perjalanan panjang seseorang yang bernama lengkap ‘Letjen (Purn) TNI. H. Prabowo Subianto’. Seorang jenderal bernas dan cerdas yang pernah dimiliki Bangsa Indonesia. Seorang Kopassus yang loyalis pada negara, seorang politisi yang bervisi merakyat, seorang pengusaha anti kapitalis dan amat mencintai semua elemen rakyat Indonesia. Bahkan, beliau juga pernah tertuding sebagai pelanggar HAM, yang biasanya digembar-gemborkan jelang ‘pesta politik’ bangsa ini.

Tak ada gading yang tak retak. Tentu Pak Prabowo hanya manusia biasa. Punya kelebihan dan juga kekurangan. Tetapi diantara sejumlah tokoh penting negeri ini, saya masih meyakini jika beliaulah yang terbaik saat ini.

Selamat malam Jenderal

Comments
0 Comments

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX