20 March 2014

Bangsa kita terjebak dalam ranah politik instant yg selalu mendambakan sesuatu yg baru, kepopuleran semu, dan ketergantungan pd figur yang dibesut media... itu wajar sebab hakikat dasar demokrasi liberal terletak pd kebebasan berekspresi, kebebasan mengeluarkan pendapat dan kebebasan pers... pertanyaannya kemudian, apakah bangsa besar ini harus bergantung pada kepopuleran semu dan ketergantungan pada figur besutan opini? terserah Anda..

pengalaman telah menunjukkan bangsa Indonesia pasca reformasi kita telah dipimpin oleh figur yang bergantung pd kekuatan luar. Potensi bangsa ini banyak yg tergadai, trilyunan keuangan negara kita bocor akibat ulah koruptor dan pemimpin yang dikuasai asing...dan lebih miris harkat martabat bangsa tak ada lagi artinya di publik internasional...malaysia, singapura, adalah dua negara yg dulunya bergantung pada bangsa ini, kini mereka merasa lebih baik dari bangsa ini...karenanya kewibawaan itu runtuh....

pemilu 2014, momentum untuk mengembalikan harkat martabat bangsa, momentum untuk mensejahterakan rakyat dan membebaskan kerangkeng korupsi...kita tak sekedar butuh kebebasan..tetapi kita juga butuh pemimpin yang kuat yang tidak diciptakan oleh disain citra, tidak pula ditentukan oleh elit tertentu apalagi neoliberal yang bercokol pada kepemimpinan partai tertentu...

bangsa ini tak boleh larut dalam kesenangan sesaat, dengan pujian atas kinerja yang belum terukur, atau sekedar menyemai rasa empati dengan menenggelamkan logika berpikir atas sesuatu yang lebih besar yang bernama harkat dan martabat bangsa...
tak ada salahnya kita mengingat pesan bung Karno "right wrong is my country"....
----------------------------
catatan malam, menteng 18 maret 2014

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX