12 September 2016

Komunikasi intrapersonal ( proses pengolahan informasi ) meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir. Sensasi adalah proses menangkap stimuli. Persepsi yaitu proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru atau dengan kata lain, persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berpikir adalah mengolah dan memanipulasikan informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respon.

Sensasi
Tahap paling awal dalam penerimaan informasi ialah sensasi. Sensasi berasal dari kata sense yang artinya alat pengindraan yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbol, konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera.

Apapun devenisi sensasi, fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan yang sangat penting. Melalui alat indera, manusia dapat memahami kualits fisik lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat inderalah manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya.

Mungkin benar anggapan filosof John Locke bahwa tidak ada apa-apa dalam jiwa manusia kecuali harus lebih dulu lewat alat indera. Begitupun dengan anggapan filosof Berkeley, bahwa andaikan manusia tidak mempunyai alat indera maka dunia ini tidak akan ada. Kita tidak akan tahu ada harum rambut yang baru disemprot dengan hairspray bila tidak ada indera pencium.sentuhan lembut tidak akan disadari jika indera peraba sudah mati. Kita tidak mendengar ada yang mebisikkan ucapan kasih jika indera pendengaran tidak ada. Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera.

Psikologi menyebut sembilan alat indera yaitu penglihatan, pendengaran, kinestesis, vestibular, perabaan, temperatur, rasa sakit, perasa, dan penciuman. Kita dapat mengelompokkannya pada tiga macam indera penerima sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar atau dari dalam diri individu sendiri. Informasi dari luar diindera oleh eksteroseptor misalnya telinga atau mata. Informasi dari dalam diindera oleh interoseptor misalnya sistem peredaran darah. Selain itu, gerakan tubuh kita sendiri diindera oleh proprioseptor misalnya organ vestibular.

Apa saja yang menyentuh alat indera baik dari dalam atau dari luar, disebut stimuli. Jika saat ini anda sedang membaca (stimuli eksternal), padahal pada pikiran anda sedang diganggu oleh perjanjian utang yang jatuh tempo hari ini (stimuli internal), anda serentak menerima dua macam stimuli. Alat penerima anda segera mengubah stimuli ini menjadi energi saraf untuk disampaikan ke otak melalui proses transduksi. Agar dapat diterima oleh alat indera anda, stimuli harus cukup kuat. Bata minimal intensitas stimuli disebut ambang mutlak ( Absolute threshold). Mata misalnya, hanya dapat menangkap stimuli yang mempunyai panjang gelombang cahaya antar 380 sampai 780 manometer.

Sampai di sini, kita hanya membahas faktor situasional yang mempengaruhi sensasi. Ketajaman sensasi juga ditentukan oleh faktor-faktor personal.

Persepsi
Jika anda sekarang sedang membaca sebuah novel, letakkan novel tersebut dalam keadaan terbuka dengan jarak kira-kira 50 cm di hadapan anda. Anda melihat huruf-huruf yang kabur. Perlahan-lahan anda dekatkan jarak buku tersebut ke hadapan anda. Sekarang huruf-hurufnya sudah tampak jelas. Inilah sensasi. Ketika anda melihat huruf lalu merangkaikannya dalam kalimat dan mulai menangkap arti sari apa yang anda baca, terjadilah persepsi.

Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli inderawi (sensory stimuli). Hubungan sensasi dengan persepsi sudah jelas. Sensasi adalah bagian dari persepsi. Namun demikian, menafsirkan makna informasi inderawi tidak hanya melibatkan sensasi tetapi juga atensi, ekspektasi. motivasi, dan memori. Persepsi, seperti juga sensasi yaitu ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional.

Perhatian
Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Perhatian terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita, dan mengesampingkan masukan-masukan melalui alat indera yang lain.
Faktor Eksternal Penarik Perhatian
Apa yang kita perhatikan ditentukan oleh faktor-faktor situasional dan personal. Faktor situasional terkadang disebut sebagai determinan perhatian yang bersifat eksternal atau penarik perhatian (attention getter). Stimuli diperhatikan karena mempunyai sifat-sifat yang menonjol, antara lain gerakan, intensitas stimuli, kebaruan, dan perulangan.
Gerakan. Seperti organisme yang lain, manusia secara visual tertarik pada obyek-obyek yang bergerak. Kita senang melihat huruf-huruf dalam display yang bergerak menampilkan nama barang yang diiklankan. Pada tempat yang dipenuhi oleh benda-benda mati, kita akan tertarik hanya kepada tikus kecil yang bergerak.

Intensitas Stimuli. Kita akan memperhatikan stimuli yang lebih menonjol dari stimuli yang lain. Warna merah pada latar belakang putih, tubuh jangkung di tangah-tengah orang pendek, suara keras di malam sepi, sukar lolos dari perhatian kita.

Kebaruan. Hal-hal yang baru, yang luar biasa, yang berbeda, akan menarik perhatian. Beberapa eksprimen juga membuktikan stimuli yang luar biasa lebih mudah dipelajari atau diingat. Karena alasan inilah maka orang mengejar novel yang baru terbit, film yang baru beredar, atau kendaraan yang memiliki rancangan mutakhir. Pemasang iklan sering memanipulasikan unsur kebaruan ini dengan menonjolkan yang luar biasa dari barang atau jasa yang ditawarkannya. Media massa juga tidak henti-hentinya menyajikan program-program beru. Tanpa hal-hal yang baru,stimuli menjadi monoton, membosankan, dan lepas dari perhatian.

Perulangan. Hal-hal yang disajikan berkali-kali, bila disertai dengan sedikit variasi akan menarik perhatian. Perulangan juga mengandung unsur segesti yaitu mempengaruhi bawah sadar kita. Bukan hanya pemasang iklan yang mempopulerkan produk dengan mengulang-ulang. Kaum politisi juga memanfaatkan prinsip pengulangan.Tokoh aliran publisistik Emil Dofivat bahkan menyebut pengulangan sebagai satu diantara tiga prinsip penting dalam melakukan massa.

Faktor Internal Penaruh Perhatian
Suatu ketika di Goettingen berkumpul para psikolog dan ilmuwan lainnya. Ditengah-tengah persidangan, tiba-tiba pintu terbuka dan seorang pria berpakaian pelawak masuk ruangan. Disusul kemudian orang kulit hitam yang memakai jas warna hitam, dasi merah, dan celana putih. Kedua orang itu bertengkar dan berkelahi di hadapan peserta konferensi. Terdengar tembakan lalu keduanya melarikan diri lewat pintu yang terbuka. Kejadian ini sudah direncanakan, diatur, dan difoto secara diam-diam. Setelah itu pimpinan sidang memohon para ilmuan untuk menuliskan laporan lengkap apa yang mereka dengar dan lihat, unutk digunakan buat kepentingan penyidikan polisi. Empat puluh ilmuwan menuliskan laporan kesaksian itu. 

Tidak seorangpun yang menyajikan laporan yang lengkap.Hanya enam orang yang tidak salah dalam menyebutkan fakta. Dua belas diantaranya menuliskan laporan yang tidak menyebutkan 50 persen fakta yang terjadi. Peristiwa ini bukan saja menunjukkan betapa lemahnya alat indera kita, tetapi juga menunjukkan perhatian yang tidak selektif (selctive attention). Apa yang menjadi perhatian kita lolos dari perhatian orang lain, atau sebaliknya. Ada kecenderungan kita melihat apa yang ingin kita lihat dan kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Perbedaan perhatian ini timbul dari faktor-faktor internal dalam diri kita. Inilah beberapa contoh faktor yang mempengaruhi perhatian kita :

Faktor-faktor Biologis. Dalam keadaan lapar, seluruh pikiran didominasi oleh makanan. Karena itu, bagi orang yang lapar yang paling menarik perhatiaanya adalah makanan. yang kenyang akan menaruh perhatiannya pada hal-hal lain.

Faktor-faktor Sosiopsikologis. Berikan sebuah foto yang menggambarkan kerumunan orang banyak di sebuah jalan sempit. Tanyakan apa yang mereka lihat. Setiap orang akan melaporkan berbeda. Tetapi seorangpun tidak akan dapat melaporkan berapa orang yang terdapat pada gambar itu. Kecuali kalau sebelum melihat foto itu mereka memperoleh pertanyaan itu. Bila kita ditugaskan untuk meneliti berapa orang pelajar berada di kelas, kita tidak akan dapat menjawab berapa orang diantara mereka yang berbaju marah. Motif sosiogenis, sikap, kebiasaan, dan kemampuan akan mempengaruhi apa yang kita perhatikan. (**)

Comments
0 Comments

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX