02 November 2011


Kekaguman saya dan (mungkin) pembaca sekalian pada sosok Letjen TNI (Purn). Prabowo Subianto makin hari makin menguat dalam benak, jika beliau memang sosok yang paling pantas memimpin negeri ini. Mengapa? Saya sendiri sulit menjelaskannya dengan logika. Olehnya saya kadang berpikir ‘out of the box’ tentang sosok beliau. Saya membuktikannya sore ini, ketika sengaja menghadiri kegiatan bertajuk ‘pelantikan pengurus Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) yang di pusatkan di kantor DPP Gerindra, Jalan Harsono, Ragunan-Jakarta Selatan, sekedar untuk merasakan ‘atmosfir jiwa’ seorang jendral bernama Haji Prabowo Subianto.

Meski Pak Prabowo tak sempat hadir, dan mengamanatkan kepada Pak Hashim Djojohadikusomo (wakil Ketua Dewan Pembina sekaligus adik Pak Prabowo) untuk melantik kepengurusan Kesira, tapi Pak Prabowo seolah hadir di tengah ‘seribuan’ kader partai. Pak Prabowo seolah tampil berorasi ‘membakar’ semangat anak-anak bangsa. Pak Prabowo seolah memeluk dan menepuk pundak para hadirin. Se-isi ruangan seolah disesaki ‘jiwa’ Pak Prabowo. Saya pun bergumam dalam hati. “Pak Prabowo Memang Beda!”. Saya berkata seperti itu, sebab tak satu-pun hadirin berkeluh-kesah tentang ketidakhadiran beliau.

Ada kebanggaan bisa menyaksikan langsung acara itu tanpa kehadiran Pak Prabowo. sebab saya bisa menguji sejauh mana fanatisme kader-kader beliau terhadap partainya dan loyalitasnya pada sosok Pak Prabowo. ini yang menjadi catatan saya untuk bisa ‘bicara banyak’ tentang masa depan Partai Gerindra kepada khalayak, kepada teman-teman mahasiswa, kepada orang-orang kampung ‘kelas’ orang tua saya, dan kepada orang-orang miskin dipinggiran kota yang menjadi teman ‘bermain’ saya setiap harinya di Kota Jakarta.

Mungkin tak elok jika saya mengatakan; ketidakhadiran Pak Prabowo di acara itu membuat saya bisa memprediksi masa depan Partai Gerindra, sebab saya bukan paranormal layaknya Bapak Permadi. Tapi ‘getaran jiwa’ Pak Prabowo telah menguatkan logika saya, jika beliaulah Presiden masa depan Indonesia, yang bisa mengantarkan rakyat kedepan pintu gerbang kemakmuran itu. Alasannya sederhana. 8 (delapan) visi yang menjadi ‘metateori’ Pak Prabowo kepada rakyat Indonesia begitu sederhana, mudah dicerna, sesuai kebutuhan, tidak muluk-muluk, dan penuh pembuktian. (akan dibahas pada kesempatan lain). Di sanalah pangkal keyakinan itu, dan di sanalah saya ingin berkata pada publik, bahwa “menjadi sebuah kerugian besar, jika kita tidak memilih Pak Prabowo sebagai Presiden RI”. Maaf, saya tidak berkampanye, saya hanya menyatakan subjektifitas ‘kerja otak kiri saya’, dan tentu menjadi hak semua orang untuk mengutarakannya.

Memang, ada banyak  anak bangsa yang memiliki kecerdasan intelektual. Cukup banyak anak bangsa yang memiliki kemampuan financial, dan tidak sedikit anak bangsa yang berfikir revolusioner dan kritis, jujur, serta tidak sedikit anak bangsa yang punya cita-cita besar menjadi pemimpin bangsa ini. Namun bagi saya, hanya satu anak bangsa yang mampu ‘merangkum’ semua kemampuan itu, yakni Bapak Prabowo Subianto. Seorang Jenderal, seorang Haji, seorang pengusaha, seorang nasionalis, dan seorang revolusioner.

Sebagai pengagum, saya ‘bersyukur’ belum bisa menyaksikan langsung Pak Prabowo di acara itu. Saya tak merasa merugi meski harus meluangkan waktu menyusuri ‘lorong-lorong’ Jakarta dengan sepeda motor dan simbahan gerimis hujan menuju Ragunan. Sebab ‘ketidakhadiran’ itu membuat saya berfantasi tentang  sosok beliau. Bagi saya, kemampuan berfantasi itulah kekayaan saya. Berfantasi bila suatu saat saya akan berdiskusi langsung dengan beliau bila tiba masanya. Saya hanya teringat sebuah teori motivasi ‘the screet’ yangmengatakan; “barang siapa yang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan sesuatu dengan penuh keyakinan, maka energi positif  sesuatu itu mengarah padanya”. Saya percaya itu!

Pak Prabowo, Anda-lah Presiden itu!
--------------------------------------
Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih pada Pak Sanusi (Bang Uci) Ketua PAC Menteng-Jakarta Pusat yang susah payah menjemput dan mengantar saya dari Kos-an ke Ragunan. Juga buat kawan-kawan pemikir muda Gerinda;  Mas Prasetyo Hadi, Mas Angga, dan Adik Seto Assafah (Putra Bupati Sinjai, juga Ketua DPD Gerindra Sulsel), dan teman-teman yang saya belum hafal namanya. Anda benar, dan jalan Anda tidak keliru…selamat!

Comments
0 Comments

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX