05 November 2011

Ya Allah, malam ini Engkau kabarkan padaku melalui Takbir, Tahlil dan Tahmid-Mu tentang makna sebuah kerinduan pada sebutir kebeningan air mata.. Air mata yang menetes melalui denyut-denyut bayangan tiga anak kecil dan seorang ibu yang merindukanku. Mereka seolah memanggil dalam keriuhan seruan umat-Mu yang menyeru-Mu dalam kebesaran Zulhijjah di Baitullah. Saya tersadar pada kebesaran-Mu untuk ‘mengurbankan’ kami pada jarak dan waktu. ‘Mengurbankan’ Kami pada kekuatan cita-cita dan cinta di bilik kamar kecil di kota yang kami harap Engkau berkati. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mengetahui apa yang ada dalam benak kami.

Ya Allah, kami tidak pernah mengalami hal seperti ini pada waktu-Mu yang telah berlalu, yang Engkau hiasi dengan kegirangan dan senyum di malam keagungan-Mu. Yang Engkau warnai dengan kerlap-kerlip tinta kebersamaan dalam menapaki kehidupan-Mu. Sungguh malam ini, Engkau membuktikan kekuatan sebuah cinta yang hakiki, yang lahir dalam benak kesucian-Mu dan menyinari kami dalam kekuatan-Mu.

Malam ini, lewat kabar Takbir, Tahlil dan Tahmid-Mu, Engkau kabarkan sebuah makna tentang kehidupan, bahwa manusia terlalu banyak meminta rezeki-Mu tanpa bisa memberi makna akan kenikmatan itu. “Ya Allah, jauhkan diriku dan keluarku dari api neraka”, Ya Allah cukupkan rezekiku pada kehalalan-Mu, berikan cahaya di sana, agar qurban jarak dan waktu ini menjadi lapang dalam kemulyaan-Mu”

Ya Allah..hanya setetes air mata ini yang mampu memaknai kerinduan ini...mungkin di mata-Mu kecil, namun bagi kami adalah sebuah ke agungan. Ya Allah, satukan kami dalam kekuatan dalam menapaki cita-cita kemulyaan-Mu. Kami masih berjihad di jalan-Mu..jihad dalam sajadah pengetahuan-Mu…jihad dalam jarak dan waktu…jihad pada cinta kami pada-Mu….Ya Allah berkatilah…..


Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX