09 November 2011

Karena kesibukan aktivitas kampus, seminggu ini saya tidak sempat menulis soal Pak Prabowo, tetapi dibalik ‘kevakuman’ itu saya cukup banyak memperoleh informasi penting tentang beliau. Apalagi Pak Prabowo sudah tampil di TV dengan iklan-iklan “Idul Adha”, publik pasti menonton lalu membahasnya. Satu hal yang menarik bagi saya, adalah pernyataan sejumlah aktivis kampus yang menyebutkan bahwa “secara politik, SBY untungkan Pak Prabowo”. Lho. Kok bisa??

Jawabannya sederhana. Ketidaktegasan, sikap keragu-raguan dalam setiap pengambilan keputusan penting dari Presiden SBY memicu khalayak untuk ‘memvonis’ Pak SBY sebagai Presiden yang gagal menjalankan tugasnya. Karenanya, khalayak pasti mengarahkan pikirannya untuk mencari figur presiden yang tegas dan berani dalam mengambil keputusan. Berbicara soal figure ini, khalayak juga akan mengarahkan pikirannya, bahwa figur yang ‘cocok adalah figur yang punya pengalaman di bidang militer. Nah, soal siapa figur militer ini, maka khalayak akan berfikir ke sosok Prabowo Subianto. Sosok yang sudah tegas menyatakan kesiapannya menjadi Presiden RI.

Olehnya, banyak yang berpendapat, jika selayaknya kekritisan Partai Gerindra kepada pemerintah tidak diarahkan pada upaya ‘pegucilan’ figur Pak SBY. Apalagi menjelek-jelekkan figur SBY dan partainya melalui isu-isu strategis di media massa. Jika itu terjadi, maka pihak lain juga akan mengambil keuntungan dengan sikap ‘kekritisan’ itu sendiri. Sebab karakter berpolitik orang Indonesia hari ini, lebih mudah simpati pada siapa figur yang dikucilkan secara terus menerus. Yang penting dilakukan, adalah Pak Prabowo dan Gerindra terus mengasah program-programnya dengan mencari apa yang sebenarnya di inginkan Rakyat Indonesia.

Sebuah situs yang baik, adalah situs yang menawarkan informasi tentang program, visi misi, dan bagaimana memandang bangsa ini kedepan. Selebihnya situs ke-partaian di upayakan semaksimal mungkin untuk tidak memasukkan informasi yang melemahkan pihak lainnya, atau membanding-bandingkan dengan kelemahan partai lainnya. Memang, Partai Gerindra bukanlah ‘koalisi’dari pemerintahan hari ini, tetapi juga tidak menempatkan diri sebagai oposan mutlak. Karenanya, perlu langkah stragis dan cara yang lebih bijak untuk meraup dukungan.

Meski kenyataan membuktikan bahwa Pak Prabowo mendapat survey tertinggi sebagai Capres terkuat di Indonesia belakangan ini, tetapi amatan objektif sejumlah elit menyebutkan, bahwa popularitas dan elektabilitas Pak Prabowo juga sangat dipengaruhi oleh posisi Pak SBY yang sebentar lagi memasuki ‘periode decisive’, sementara figur senior lainnya seperti Megawati, Amin Rais, Jusuf kalla, Din Samsuddin, dsb memasuki masa ‘lengser keprabon’. Ini dapat diartikan, bahwa kepopuleran Pak Prabowo amat ‘kondisional’. Padahal yang harus diciptakan bahwa figure Pak Prabowo adalah figure yang memang dibutuhkan untuk kejayaan Indonesia Raya.

Mungkin ini kajian yang amat sederhana dan dangkal. Tapi ada baiknya Pak Prabowo dan kader partai Gerindra mengindahkannya. Meski hanya sekedar bacaan biasa.

**

Comments
0 Comments

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX