31 December 2011

HAMZAH PALALLOI, terlahir di Pinrang-Sulawesi Selatan pada tanggal 14 Juli 1973, adalah anak dari keluarga yang berprofesi sebagai Buruh Harian.

Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Pangkep-Sulawesi Selatan, dan kemudian mengikuti orang tuanya hijrah ke Provinsi Sulawesi Tenggara di tahun 1990. Di daerah itulah kehidupan pribadinya ditempa. Sebelum melanjutkan pendidikan sarjananya, ia aktif di berbagai kegiatan organisasi kepemudaan.

Sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di Lingkup Pemerintah Kota Baubau-Sulawesi Tenggara di tahun 2006 yang dijalaninya hingga sekarang, aktif sebagai seorang wartawan sejak tahun 1997 hingga tahun 2005. Di dunia kewartawanan, ia memulai karirnya sebagai reporter dan Redaktur di Harian Kendari Pos, salah satu anak group dari Jawa Pos, kemudian menjadi Pemimpin Redaksi pada Mingguan Berita Keraton yang terbit di wilayah Kepulauan Buton. Di tengah menjalankan profesinya sebagai wartawan, ia terpilih sebagai Anggota Panwas Pemilu 2004 mewakili unsur media massa.

Pendidikan S-1 pernah dijalaninya di IAIN Kendari sejak tahun 1999 hingga 2002, namun tidak diselesaikannya. Selanjutnya menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau yang diselesaikannya di tahun 2007. Setelah itu, ia mendapatkan Tugas Belajar untuk menempuh pendidikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Mercubuana Jakarta, dan selesai pada tahun 2012 dengan predikat Cum Laude sekaligus Wisudawan Terbaik. Ia langsung melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Sahid Jakarta dan dinyatakan selesai dengan predikat Cumlaude di tahun 2016, sebagai Doktor Ilmu Komunikasi, konsentrasi Komunikasi Politik.    

Di sela-sela pendidikan doktoralnya, ia juga banyak mengisi kesehariannya dengan melibatkan diri sebagai Dosen Tidak Tetap di beberapa Perguruan Tinggi di Jakarta. Selain itu, aktif dilibatkan sebagai narasumber Pendidikan Kepemudaan yang dilaksanakan Kementrian Pemuda dan Olahraga RI di beberapa kota di Indonesia.

Kini, pria yang telah dikarunia tiga orang putra-putri, memiliki hobby menulis, dan selalu kagum dengan orang-orang yang memiliki kemampuan menulis. Baginya menulis adalah tabungan masa depan; baginya menulis seperti merangkai cinta, penuh harapan, tantangan; dan hasil di masa depan. Karena itu, ia selalu mengatakan bahwa pekerjaan menulis adalah pekerjaan keabadian.

Dari menulis inilah serangkai karya dalam bentuk buku telah terlahir dari pikiran-pikirannya, baik berbentuk fiksi maupun non fiksi. Tetapi ia tak pernah berpuas diri, ia selalu berkata, apapun yang dihasilkannya hari ini, hanyalah bagian dari sejarah hidupnya. Biarkan tulisan-tulisan sebagai dokumen bisu, yang suatu saat kelak akan berbicara, tatkala orang akan mencari makna dari sebuah tulisan. 

Comments
0 Comments

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX