20 October 2011


Bungsuku, Moch. Noval kini terbaring sakit, kata Bundanya ia terkena cacar air, dan kini bintilan cacar itu tampak di beberapa permukaan kulitnya. Sebagai ayahnya, tentu kerisauan amat sangat mendera hati ini. Apalagi jarak memisahkan saya dan anak-anak. Jakarta-Baubau. Rasanya ada dera dosa yang menghimpit direlung hati, membiarkan ibunya sendiri menemani anak-anaknya. Harusnya saya ada di sana, menemaninya, memberi canda dan berusaha menghadirkan senyum dalam sakitnya..

Mungkin, bagi sebagaian orang-tua menganggap cacar itu sesuatu yang lazim, karena seolah menjadi sakit ‘wajib’ yang akan dialami oleh setiap orang. Apalagi, beberapa tetangga kos di kawasan Cikini, Jakarta Pusat memberi saya kabar menggembirakan. “Itu nggak apa-apa Pak, apalagi cacarnya sudah muncul, itu sakit yang baik, yang kadang menimbulkan panik itu, kalo cacarnya nggak muncul, biasanya panas tinggi,” kata Pak Kamil, yang dibenarkan Pak Dadang, dua tetangga yang hampir tiap malam saya berdiskusi dengannya, dalam hal apa saja.

Seringan apapun sakit yang diderita Noval, bagi saya seperti belati yang menimpa kulit saya. Perih dan sakit. Apalagi mengingat wajah ‘cina’ Noval, yang selalu menghadirkan keceriaan dan gelak tawa. Noval bagi saya, adalah seorang putra yang tak cengeng dengan keadaannya, sesakit apapun dia. Ia masih bisa tersenyum meski tawar dan hampa kelihatannya.

Noval, anakku yang meski usianya baru menginjak 5 tahun di 15 Novermber 2011 mendatang, selalu saja bernyanyi di atas kendaraan yang ditumpanginya ketika di antar ke TK. Selalu saja meminta hal-hal yang kadang diluar dugaan karena hanya mendapatkannya lewat cerita orang lain. Noval yang selalu ‘iseng’ bergaul dengan orang yang jauh di atas umurnya. Mungkin karena itu, dilingkungannya ia begitu di kenal. Mungkin karena itu, ibu-ibu tetangga menganggap Noval sebagai anak kandungnya sendiri..

Noval..cepat sembuh sayang. Ayah mendoakanmu dari buih hati yang dalam. Ayah bangga punya putra sepertimu. Bunda…rawat Noval dengan penuh cinta.. I love You…salam sayangku juga buat Kakak Reva dan Kakak Revi…temani Noval ya? Jangan nakal.

Catatan di seperdua malam, cikini Jakarta Pusat



1 comment:

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX