26 October 2012

Saya amat suka menuliskan setiap jengkal kehidupan saya, seperti sore ini (17/10), jelang magrib di kawasan Taman Suropati Menteng Jakarta Pusat. Taman yang mungkin tak semolek Venesia Italia sebab ia tak punya tepian sungai dan gondala yang cantik, juga bukan Taj mahal di India pelambang kasih seorang raja pada wanita pujaannya...Mungkin tempat ini tak seromantis kota-kota itu, tapi saya senang, bisa menikmati public space khas Indonesia ini. Kawasan yang bagi saya cukup bisa menenangkan pikiran-pikiran penat orang Jakarta. 

Ya!, orang Jakarta begitu sibuk dengan dirinya sendiri, sibuk dengan aktivitas yang entah kemana tujuannya. Sayapun tak jauh beda dengan mereka. Tak bisa tahu apa yang terjadi setelah ini, dan hanya menyibukkan diri dengan sebuah cita-cita, yang sebenarnya hanya sebuah keegoisan untuk nilai status yang tak berarti apa-apa di hadapan-Nya…

Dibalik itu, saya hanya bisa mengagumi rindang pepohonan Suropati yang diam diantara roda-roda keegoisan orang Jakarta. Saya hanya bisa mengagumi peluh pedagang kaki lima yang mencari hidup di taman ini. Dan saya mengagumi merpati-merpati yang hidup dan bisa bersahabat dengan pengunjung Suropati. Juga menyenangi dawai biola yang bersahutan dari muda-mudi penikmat seni. Semuanya mengajarkan semesta harmoni dan nilai-nilai, bahwa hidup tak bisa sendiri.. hidup adalah bersatunya alam dan pikiran kita, serta hidup adalah uraian mata sang Pencipta, untuk memberikan tanda, bahwa kita ada untuk mereka..

Taman Suropati..taman yang tak sesangar nama pemiliknya, Soropati, sang pejuang dengan otot-otot kekar yang menegakkan tubuhnya. Suropati kini seolah sekelopak bunga di tengah kota yang memanggil dan seolah menebar senyum manisnya. Mungkin itu yang dirasakan bagi sepasang insan yang suka hilir mudik di taman ini. Tetapi apapun itu, Taman Suropati tak hanya area space untuk melepas penat, tetapi taman ini seolah Bunga di keramaian ibukota, sejuk, hijau dan menyenangkan hati..saya amat suka taman ini. Andai saja ada orang-orang tercinta bersamaku, maka saya akan berkata, “sungguh nikmat duniamu Tuhan..”

Taman Suropati..I Love You..

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX