21 February 2012


Tidak banyak orang seperti Pak Prabowo Subianto. Meski harus ‘berhenti ditengah jalan’ sebagai seorang satria dengan pangkat akhir Letnan Jenderal, namun kharismanya pada sesama purnawirawan amat mengagumkan. Sosoknya masih begitu melekat di benak para tentara, apalagi yang pernah bekerjasama dengannya. Memang, beberapa sumber menyebutkan, ketika Pak Prabowo memimpin Kopassus dan Kostrad, Pak Prabowo sukses menjadikan pasukannya sebagai militer kelas dunia. Bukan hanya itu, Pak Prabowo amat peduli dengan nasib pasukannya, mulai dari kenaikan pangkat hingga seragam pasukan.

“Bapak itu (maksudnya Prabowo Subianto) sangat peduli dengan nasib pasukan. Beliau kadang mempertanyakan jika melihat tentara berpangkat kopral. Itu berarti, pimpinannnya kurang peduli dengan nasib bawahan. Apalagi jika lihat pasukan menggunakan seragam yang sudah usang, pasti komandannya dipanggil menghadap, itu yang banyak dikenang para tentara” jelas Asaldin Gea, mantan ajudan Pak Prabowo.

Cerita Bang Gea, sekaligus mengingatkan kita semua bahwa sosok Prabowo Subianto juga mewarisi ketegasan dan kepedulian Jendral M. Yusuf. “Ya benar, Bapak juga sangat mengagumi sosok Jenderal M. Yusuf, makanya ketegasan dan kepedulian akan kesejahteraan pasukan menjadi prioritas beliau. Bapak sendiri, jarang menerima gajinya selama aktif di militer,” imbuh Bang Gea yang kini aktif sebagai OKK Gerakan Rakyat Dukung (Gardu) Prabowo, setelah ikut ‘pensiun dini’ dari militer dengan pangkat akhir ‘Kapten’.

Cukup banyak bukti jika Pak Prabowo begitu dicintai para purnawirawan. Pertengahan bulan ini saja, ratusan purnawirawan menemui Pak Prabowo di kediamannya di Hambalang Bogor. Mereka ingin menguatkan hati dan memberi dukungan kuat pada sosok Prabowo Subianto, untuk tampil memimpin bangsa ini pascapemilu 2014 mendatang. Ada suasana harubiru menyelimuti pertemuan itu. Mereka seolah larut dengan kejayaan masa silam sekaligus sedih dengan perjalanan bangsa saat ini, yang terasa jalan ditempat bahkan mengalami kemunduran di tengah babakan demokrasi yang diagungkan banyak orang.

“Kami ada sekitar 500-an purnawirawan yang menemui Dik Bowo, sekedar menguatkan hati dan memberi semangat pada beliau, untuk tampil bersama rakyat Indonesia mengembalikan kejayaan bangsa ini,” tutur Pak Soemardi, pimpinan rombongan yang merupakan senior Pak Prabowo Subianto semasa di militer.
Pak Soemardi menjelaskan, kehadiran ratusan purnawiran itu  sekaligus menjadi simbol, bila  Pak Prabowo amat kharismatik di kalangan para militer di zamannya. “bahkan mungkin sekarang, adik-adik saya di pasukan amat merindukan sosok militer pemikir, cerdas dan dekat dengan rakyat seperti sosok Prabowo Subianto. Makanya kami amat begitu percaya dan punya keyakinan bila Dik Bowo-lah, yang amat pantas memimpin Bangsa Indonesia ke depan, beliau memang to be a president, the next a president” ujarnya didampingi, Letkol (Purn) Petrus Sunyoto, seorang tentara yang di zamannya di kenal sebagai Kopassus pemberani yang pernah menerima penghargaan dari Presiden  Soeharto sebagai Komandan Kompi terbaik dan terberani di jajaran TNI.

Alasan  Pak Soemardi dan ratusan purnawirawan itu sederhana, bahwa Pak Prabowo memiliki ‘modal kuat’ sebagai Presiden. Modal itu itu tidak sekedar financial. “Dik Bowo itu selain rendah hati, beliau sangat piawai, pengalaman, cerdas, dan sangat menguasai ilmu ‘ke-indonesiaan’, termasuk komitmennya untuk mengembalikan Pancasila sebagai falsafah bernegara dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusi secara murni dan konsekuen. Itu yang paling dibutuhkan bangsa ini sekarang dan masa yang akan datang. Dik Bowo inilah sosok yang disegani bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk negara adi daya sekalipun”jelas Pak Soemardi bersemangat.

Cerita Pak Soemardi, seolah mengingatkan kita akan sosok-sosok heroik bangsa lain yang ada di dunia. Diantaranya, Iran memiliki Brigjen Qassem Suleimani, Panglima Brigade Quds yang merupakan pasukan super elite Iran, juga ada syaikh Anwar Al-Awlaqi, seorang ulama Yaman yang amat ditakuti Amerika, maka di Indonesia memiliki Jenderal Prabowo Subianto yang telah menyatakan komitmennya untuk tidak larut dalam situasi liberalisme atau neo-liberalisme, yang merupakan paham yang begitu di dewakan oleh Amerika.

Tetapi Pak Prabowo tak sumringah seperti banyak tokoh lainnya. Ia lebih memilih diam, dalam petjalanan politiknya. Alasannya juga amat sederhana. “Saya banyak diam, karena memberikan kesempatan kepada pemimpin di republik ini untuk bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik,” tegasnya dalam beberapa pernyataan di beberapa situs jejaring sosial. Disinilah tampak talenta ‘negarawan’ seorang Prabowo Subianto, yang tidak grasak-grusuk.

Garuda di Kota Bandeng

Sepekan ini saya berkesempatan pulang kampung di Kota Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi-Selatan, kota yang amat terkenal dengan ikan bandeng-nya yang khas dan gurih, sehingga daerah ini dikenal sebagai Kota Bandeng. Saya sedikit tertarik menuliskan Pangkep di sini, sebab saya melihat aroma Pak Prabowo Subianto melalui Partai Gerindra-nya juga merebak di kota asal ‘Semen Tonasa’ ini. Sesuatu yang sebenarnya saya tidak sangka sebelumnya. Apalagi setelah tiba di rumah nenek, saya menyaksikan kalender bergambar Prabowo Subianto diapit Andi Rudiyanto Asapa, ketua DPD Gerindra Sulsel dan Kamrussamad, Ketua DPC Gerindra Pangkep terpampang di ruang tamu.

Saya lalu bergumam dalam hati, “Pak Prabowo ada di rumah nenek saya, meski saya sendiri belum mengenalkan mereka jika saya juga adalah pengagum Pak Prabowo,” pikirku. Bagi saya ini sebuah fenomena, jika mesin Partai Gerindra setidaknya telah bergerak dengan pasti. Saya meyakini itu, setelah beberapa saudara sepupu berusaha ‘mengkampanyekan’ Pak Prabowo dan Partai Gerindra pada saya secara pribadi. Saya diam saja, dan berusaha menyelami prilaku politik kader-kader partai ‘garuda’ ini, meski itu adalah saudara-saudara saya sendiri. Saya hanya ingin memastikan sejauhmana militansi dan loyalitas mereka akan partai dan tokoh yang diidolakannya.

Saya juga bangga setelah melihat sekretariat DPC Gerindra di Pangkep posisinya sangat strategis, berada di pusat kota dan tepat berada di poros utama jalan raya Makassar-Parepare, sehingga orang bisa melihatnya saat melintasi poros utama provinsi ini. Saya juga sempat bercerita via telepon selular pada Pak Kamrussamad selaku ketua DPC Gerindra Pangkep, dan juga sekertarisnya H. Adil Badar. Keduanya bercerita tentang kesiapan partainya dan usungan Pak Prabowo Subianto sebagai Capres pada Pemilu mendatang.
Saya sedikit berbesar hati dengan posisi Kamrussamad selaku ketua partai, saya paham beliau adalah tokoh muda kharismatik asset Pangkep masa depan. Punya pengalaman sebagai organisatoris KNPI pusat, dan pernah mencalonkan diri sebagai Bupati di daerah ini, dengan slogan Bugis ‘Malolo, Macca Na Pagama’, yang berarti ‘Muda, Cerdas dan Alim’. Saya suka slogan itu. Apalagi ia dalam mengelola partai ini didampingi H. Adil Badar selaku sekretaris. Seorang sosok mantan birokrat Pangkep yang cukup banyak pengalaman dalam tugas-tugasnya.

Memang, tidak mudah bagi Gerindra untuk menjadi yang terbaik di Pangkep. Apalagi iklim politik Sulsel, jelang suksesi Gubernur adalah sebuah diorama dua raksasa politik yang harus dihadapi oleh ‘Garuda’ di daerah ini. Maklumlah, Gubernur incumbent, Syahrul Yasin Limpo adalah Ketua DPD Golkar Sulsel, yang didukung penuh oleh Bupati Pangkep, Syamsuddin Batara yang juga ketua DPC Golkar Pangkep. Penantang utamanya, Ilham Arif Surajuddin, (Walikota Makkassar) adalah Ketua DPD Demokrat Sulsel, yang didukung penuh Wakil Bupati Pangkep, Taufikrahhman, yang juga Ketua DPC Demokrat Pangkep.

Ini berarti, jika di level politik Pangkep, adalah pertarungan antara politik seorang Bupati versus Wakil Bupati, tentu tantangan tersendiri bagi seorang Kamrussamad dan kader-kadernya untuk bisa menjadi ‘poros tengah’ bagi rakyat Pangkep. Tentu tidak sekedar poros tengah, tetapi bisa menjadi solusi diantara ‘perbedaan’ politik kedua pemimpin daerah itu. Saya yakin bang Kamrussamad bisa memanfaatkan celah itu.

Selamat bekerja, Sukses selalu !!

Comments
0 Comments

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX