08 February 2012


 “Baru saja berakhir hujan di sore ini….
menyisahkan keajaiban, kilauan indahnya pelangi…
Tak pernah terlewatkan dan tetap mengaguminya….
Kesempatan seperti ini..tak akan bisa di beli…
Bersamamu kuhabiskan waktu….
Senang bisa mengenal dirimu….
Rasanya semua begitu sempurna..sayang untuk mengakhirinya…

Penggalan lagu ‘Sahabat Kecil’ dari Ipang seolah menggambarkan situasi Jakarta sore ini. Hujan sejenak, lalu berhenti dan menghembuskan angin yang seolah membelai penghuni jalanan metropolitan. Saya tersenyum seolah membalas tebaran senyuman Pak Prabowo dalam bentangan spanduk juga dalam kibaran-kibaran bendera khas Partai Gerindra. Ya! Ini memang diorama politik Jakarta jelang dan pasca Hari Ulang Tahun Partai Gerindra yang ke-empat, 6 Pebruari 2012 kemarin. 
Saya tersenyum, karena merasakan ada getar dan denyut baru, bila partai dan usungan Prabowo Subianto sebagai Presiden di 2014, sepertinya tengah beranjak dari kesunyian, dan seolah lebih siap menapaki iklim politik di tahun-tahun mendatang. Terasa ada harapan baru dikibaran bendera-bendera itu, terasa bila senyuman Pak Prabowo itu sebagai gambaran masa depan Indonesia yang cerah. Ini hayalan saya Bung! Hanyalan tentang masa depan Indonesia dibawah kepemimpinan Pak Prabowo yang gemilang. Tapi saya tidak tahu, apakah di daerah-daerah juga banyak kibaran senyuman Pak Prabowo dalam menyapa rakyat Indonesia?, seperti yang terjadi di Jakarta saat ini?

Mungkin tidak semua orang bisa merasakannya. Tetapi memandang wajah Prabowo berbalut kepala Garuda dalam kibaran bendera-bendera itu, seolah memutar film kehidupan Gajah Mada yang melakukan Amukti Palapa. Saya memandang wajah Prabowo Subianto seperti Gajah Mada Muda, yang akan datang sebagai satria, menyatukan dan merekatkan kembali anak negeri. Saya bangga, sebab negeri ini masih punya tokoh khas Indonesia yang telah berjanji akan tegak diatas kekuatan kaki sendiri. Bukan kekuatan asing dan kapitalisme yang telah mencekik leher anak bangsa ini.

Jualan politik Partai Gerindra dan juga nama besar Prabowo Subianto di ulang tahunnya yang keempat beberapa hari lalu, gaungnya telah membahana. Jutaan anak manusia berdiskusi melalui jejaring sosial tentang fenomena ini. Bukan hanya itu, (khusus Jakarta) para supir taksi, penikmat warteg dan mayarakat kelas bawah begitu ‘rajin’ bercerita tentang sosok Prabowo Subianto. Saya sendiri bertanya dalam hati, apakah ini gejala bahwa kelak bangsa ini dipimpin Prabowo Subianto? Tentu masih dalam cara pandang yang subjektif. Sebab di negeri ini, (memang) bukan hanya Partai Gerindra dan Prabowo Subianto yang punya keinginan kuat untuk tampil sebagai pemimpin rakyat. Dan tentu tidak semua orang punya cara pandang dan pola pikir yang sama seperti saya.

“…melawan keterbatasan, walau sedikit kemungkinan..
Takkan menyerah untuk hadapi…hingga sedih tak mau dating..lagi…
Bersamamu..kuhabiskan waktu..senang bisa mengenal dirimu..
Rasanya semua begitu sempurna..sayang untuk mengakhirinya..
Janganlah berganti..janganlah berganti..janganlah berganti…
Tetaplah seperti ini….ohh..jangalah berganti..janganlah berganti…

Lagu ‘sahabat kecil’ terus mengiang di telinga, dan saya bernyanyi kecil memandang keceriaan itu. Memandang keceriaan Pak Prabowo. Memandang harapan anak negeri akan hadirnya Gajah Mada Muda itu..saya hanya berharap suatu saat nanti, hayalan saya dan jutaan anak negeri menjadi kenyataan. .

Tetapi kadang menjadi tergelitik, jika beberapa rekan saya bertanya, mengapa Anda begitu peduli dengan sosok Prabowo Subanto? Apakah keunggulan yang dimilikinya? Apakah ia punya kecerdasan yang cukup untuk memimpin negeri ini? Jangan-jangan karena Pak Prabowo hanya punya materi yang kuat, sehingga orang berduyun-duyun memberi dukungan?

Saya tak bisa menampik pertanyaan-pertanyaan itu, sebab memang tak semua orang tahu bagaimana kehidupan Prabowo Subianto saat ini. Mereka hanya mendengar ‘serpihan’ berita-berita tentang Prabowo putra Begawan ekonomi Bapak Soemitro Djojohadikusumo,  serpihan berita tentang Prabowo yang pernah menjadi mantu Presiden Soeharto, serpihan berita tentang Prabowo yang mantan Danjen Kopassus. Serpihan berita tentang fitnah dan isu pelanggaran HAM dan cerita-cerita lainnya.

Tetapi saya cukup beruntung bisa mengenal dekat sosok Prabowo Subianto yang kini lebih banyak hidup di Hambalang Bogor. Saya beruntung bisa memandang langsung sosok Prabowo Subianto yang menghabiskan waktunya  di perpustakaan pribadinya,  membaca ribuan buku tentang bagaimana cara mengangkat derajat dan harkat Rakyat Indonesia. Saya juga beruntung bisa mendengar langsung ‘visi misi’ Prabowo Subianto, tentang cara mengangkat kesejahteraan rakyat Indonesia, tentang upaya membebaskan negerinya dari bencana korupsi dan komitmennya mengangkat hajat hidup orang banyak di negeri ini? Itulah yang meyakinkan diri mengapa saya begitu optimis dengan tokoh ini.
Satu hal yang pernah saya catat saat bertemu dengan Pak Prabowo di perpustakaan pribadinya. Beliau berkata, “ Beberapa orang mungkin merasa bahwa ‘visi’ merupakan sebuah konsep usang, namun jika digunakan dengan cerdas dan dikomunikasikan dengan baik, bisa menjadi motiovator yang kuat,”

Saya paham, kata-kata ini adalah serapan ilmu dari berbagai tokoh yang sukses di dunia politik. Saya melihat filosofi hidup Prabowo Subianto dalam politik seperti jalan panjang John F Kennedy ketika ingin bertarung di kerasnya politik Amerika. Kennedy dalam buku John F Kennedy on Leadership, berkata “Selalu ada yang berharga dalam kesalahan, dan selalu banyak hal yang dapat dipelajari. Meskipun Anda berusaha mengumpulkan dan menyatukan banyak sudut pandang, ketahuilah tanggung jawab terakhir ada di tangan Anda!.

Janganlah berganti..janganlah berganti..janganlah berganti…
Tetaplah seperti ini….ohh..jangalah berganti..janganlah berganti…
Petikan bait terakhir Lagu Ipang membuyarkan lamunan saya. Tetapi tetap menunggu hingga senyuman itu bukan sekedar dalam kibaran bendera. Tetapi dalam karya nyata Partai Gerindra dalam mengusung Prabowo Subianto sebagai Ptesiden di 2014 mndatang. Semoga.

Happy Birthday Gerinda ke-4!

Comments
0 Comments

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX