03 August 2013

Saat 'koja-koja' bersama Relawan TIK Baubau di gedung Maedani
SEPEKAN lalu saya diundang kawan-kawan komunitas Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Kota Baubau untuk memberi materi pada ‘training friday morning’ yang digelar setiap pekannya di Gedung Maedani Baubau. Sempat bingung juga, materi apa yang saya sajikan  sebab setahu saya mereka adalah penikmat dunia teknologi berbasis internet, yang tentu memiliki ‘otak lebih encer’ dan punya daya jelajah di dunia maya. Dunia yang selalu berisi apa saja di permukaan bumi ini; dari ilmu pengetahuan biasa hingga yang paling tabu dibicarakan, dunia seks. Tentu ini sesuatu yang biasa di mata komunitas ini.

Meski begitu, komunitas yang terdiri dari sekawanan remaja tanggung ini, punya tanggung jawab besar di masyarakat, mencerdaskan banyak orang dengan pengetahuan informasi teknologi (IT) sebagai suatu kebutuhan yang tak dapat dihindari di era modern ini, hingga tanggung jawab untuk mensosialisasikan penggunaan IT secara sehat. Harapannya sederhana, IT harus bermanfaat dan mulia di mata banyak orang. Bukan alat untuk menjerumuskan diri sendiri dengan menyerap informasi yang bisa merusak moral.

Seperti orang yang selalu kehausan ilmu, komunitas ini selalu mengajak siapa saja untuk berbagi, dari pengetahuan menulis, blogging dan lain-lain. Mereka mengemasnya dalam istilah ‘koja-koja’ yang dalam bahasa Buton diartikan sebagai ‘bincang-bincang’. Karenanya pemateri yang datang tidak selalu dari kalangan bermerek ilmu tertentu. Siapa saja boleh, yang penting terkait dengan pemanfaatan dunia TIK, sebab ilmu yang diserap dari pemateri selanjutnya diteruskan ke public yang lebih luas, masyarakat umum. Namun yang pasti, namanya juga relawan, jangan berharap upah materi dari komunitas ini. Yang pasti niatnya satu, amal besar!

Relawan TIK Baubau di sebuah panti asuhan. kerja ikhlas bro!
Amal besar? Tentu, sebab komunitas ini setiap bulannya roadshow ke wilayah-wilayah tanpa berharap imbalan sepeser pun. Di lapangan mereka bertemu masyarakat dari segala lapis social. Materi yang diberikan pun tidak focus pada satu topic, dari yang yang sekedar ingin mengenal bentu-bentuk computer, cara menggunakan computer, hingga pengenalan pengetahuan internet. “Sangat sederhana” pikirku.

Sempat bertanya pada seorang relawan, Fendi Kurniawan; “mengapa harus berat-berat menyerap ilmu setiap pekannya dari pemateri, jika kemudian ke lapangan hanya mengajarkan hal-hal yang sederhana?”. Fendi menjawabnya sederhana pula. “komunitas kita tidak mengukur ilmu itu terserap di masyarakat harus dengan pengetahuan IT level tinggi. jika warga sudah tahu menggunakan computer saja, rasanya sangat berbahagia, apalagi jika warga sudah bisa memanfaatkan internet dengan baik,” katanya.

Mas Eko Prasetya, Ketum Relawan TIK Sultra, saat berbagi di salah satu Panti Asuhan Kota Baubau
Mendengar tuturan ini hati terasa tersentak, sebab tak banyak orang di dunia ini memiliki pemikiran sederhana seperti ini. Umumnya, semakin tinggi ilmu seseorang maka ia akan memilih dan memilah ilmu yang akan mereka berikan pada masyarakat. Komunitas ini seperti menjadi pembeda dan pengingat dari banyak orang-orang berilmu untuk selalu memberikan apa yang ia miliki, tanpa dibatasi ruang, waktu dan tempat. Mungkin karena itu mereka lebih suka disebut sebagai relawan, ketimbang istilah lainnya. Apalagi ketika ke lapangan, mereka bekerja dengan riang, penuh gelak tawa, bercanda dengan banyak orang dan bekerja tak mengenal tempat; kadang di kelas pinjaman, kadang di rumah penduduk, atau bahkan di bawah rerimbunan pohon. “kerja kami kerja kecil Kak, tujuan kita sederhana bisa berbagi apa saja yang kita ketahui” kata Fendy.

Tak berhenti sampai disitu, relawan ini terus bergerak kemana saja ia mau. Bahkan di bulan puasa ini, komunitas ini ikut ‘sumbang-sumbang’ materi yang mereka miliki, ke panti asuhan hingga pesantren-pesantren kecil sembari memperkenalkan dunia TIK yang sebenarnya. Mungkin ini yang banyak disebut orang bijak, bahwa ilmu yang baik itu adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya. Ini yang saya sebut, kerja kecil amal besar. Mau???

**




Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar Anda Disini

TENTANG SOEKARNO

KATA HATI

SENI BUDAYA

PENGUNJUNG

ADVETORIAL

Follow by Email

ARTIKEL POPULER

AKTIVITAS

KRITIK-KRITIK SOSIAL

ROOM CHATING BLOG

AQUARIUM RILEX