Selamat datang d Blog pribadi Hamzah Palalloi.....Silahkan memberi komentar di bacaan Anda..






Showing posts with label sex. Show all posts
Showing posts with label sex. Show all posts

‘Otak Seks’ Fly Over Cijantung

Setiap kali melintas malam hari di fly over Cijantung poros utama Jakarta-Bogor, rasanya miris menyaksikan sejumlah pasangan remaja yang secara terbuka mempertontonkan gaya berpacaran yang terkesan ‘berlebihan’. Saya memberinya tanda kutip di kata berlebihan sebagai bentuk ketidaknyamanan menyaksikan pemandangan yang menurut saya tak lazim dilihat publik.

Memang, mereka tak melakukan hubungan suami-istri, tetapi gaya remaja yang masih amat belia ini diluar batas. Berciuman, berpelukan dan kerap ‘nyerempet’ kesana-kemari tanpa perasaan risih dengan pelintas,  sepertinya pemandangan biasa. Padahal fly over ini sejak sore hingga malam hari cukup banyak warga Jakarta kesini sekadar menyaksikan panorama sunset dan temaram Jakarta malam hari. Apalagi cukup banyak kaki lima berdagang di sana. Tetapi lagi-lagi adegan-adegan itu tetap berlanjut.

Pada seorang rekan saya bertanya, apakah ini sesuatu yang biasa di fly over ini? Ia tak menjawab malah ikut mengutuk. “parah benner anak-anak ini” katanya. Entahlah, fenomena berpacaran ‘berlebihan’ bagi saya tidak lebih dari mental seks yang dimiliki banyak remaja Jakarta dewasa ini. Saya tak paham, apakah ini pengaruh budaya barat? Ataukah minim penanaman nilai-nilai agama? Ataukah kurang pengawasan dari orang tua? Saya hanya bisa menggeleng kepala tanpa bisa menegur. Sebab individualistis dan rasa cuek remaja-remaja ini terbilang tinggi. Buktinya mereka tak risih meski ditonton banyak mata. Toh, kalau menegur bisa bermasalah. Lalu siapa yang bisa menegur mereka?

Menyalahkan fly over tentu tak mungkin, sebab ia hanya benda mati. Justru sebaliknya saya memuji ‘jembatan di atas jalan raya’ ini. Setidaknya ukurannya yang luas dan panjang serta menawarkan panorama Jakarta dari ketinggian adalah tawaran untuk menikmati Jakarta yang penuh keruwetan. Ataukah ini hanya efek negatif? Yang pasti manusianya perlu ‘dibenahi’. **


Seks Jakarta : Asli atau Palsu, Hotel atau Trotoar. Mau?

Tidak di metropolitan tidak di daerah, relatif sama. Pokoknya menyangkut ‘daging lokal’ tampaknya menjadi impian bagi banyak pemburu seks, dan fenomenanya hal-hal seperti ini sepertinya bukan sesuatu yang tabu lagi. Bahkan Jakarta kini jauh lebih berani dalam mengeksplorasi bisnis ini. Karenanya tidak mengherankan jika pelakunya juga datang dari berbagai merek, dari yang kaya hingga miskin, dari yang bengal hingga alim, dari orangtua ke anak-anak.  Mungkin ini penyebabnya mengapa para praktisi hukum mulai menggelontorkan isu penanganan gratifikasi seks yang banyak melibatkan kalangan borju negeri ini.

Selama berdomisili di ibukota ini tentu banyak serapan informasi yang datang tentang kawasan-kawasan seks ibukota, mulai yang pernah paling terkenal Kramat Tunggak, kemudian kawasan Mangga Besar, hingga di trotoar-trotoar ibukota cukup banyak berjejer tanpa malu menawarkan diri. Jika dulu masih ada istilah mucikari, sekarang cukup tanya tukang ojek, Anda dengan mudah mendapatkannya. Atau jika malu bertanya, berdiamlah di trotoar-trotoar remang, maka tak lama Anda akan didatangi sendiri. Gila!

Ada satu hal menarik dalam fenomena seks Jakarta, yakni semakin menjamurnya para penjaja seks ‘vagina palsu’. Ya, waria maksud saya. Dulu saya hanya mendengar jika mereka banyak kongkow di kawasan Taman Lawang Menteng, Jakarta Pusat. Sekarang pun begitu. Bahkan mereka kini lebih berani antri di beberapa kawasan sekitarnya, seperti jalan Latuharhari, dengan waktu operasi antara pukul  02.00 hingga  pukul 04-00 dinihari. Rasanya-rasanya, suasana transaksi malam jelang pagi itu tak ubahnya, transakasi di pasar-pasar rakyat di siang hari. Ramai dan tanpa malu-malu. Ini pengalaman ‘memantau’ ketika masih aktif berorganisasi di ‘Gardu Prabowo’ yang sekretariatnya hanya beberapa puluh meter dari Latuharhari.

Para waria ini memang ‘jagoan loby’. Jika Anda kerap terlihat melintas di Latuharhari, maka mereka tak sungkan-sungkan menyapa Anda untuk mampir sejenak. Mereka tak langsung menawarkan diri, tetapi biasanya meminta sebatang rokok. Tetapi hati-hati, jika Anda menggunakan mobil atau motor sendiri, tak sungkan mereka langsung naik ke mobil atau motor Anda, dan berbisik lirih. “Ayo Bang, kita kemana?” bisiknya. Perangkap para waria ini sepertinya menjadi jurus ampuh bagi para penikmat syahwat. Maklumlah pesona mereka tak kalah dengan wanita asli umumnya. Bahkan beberapa diantara mereka ‘jauh’ lebih cantik. Kata beberapa kawan wanita, mereka itu langganan salon, rajin merawat diri, bahkan rata-rata diantara mereka telah operasi kelamin. Mmmakk!

Selain cantik, penampilan para waria ibukota ini juga amat seksi. (maaf) jika waktu operasi di mulai, penampilan mereka sangat seronok. Hanya menggunakan pakaian tipis, hingga buah dada palsunya pun ikut menyembul. Entah pakai silikon atau ‘main tempel’ saya kurang paham. Bahkan kerap terlihat menggunakan CD tipis dan sengaja mempertontonkan bagian-bagian yang merangsang birahi. Hebat benar Waria ini. Yang pasti ini menjadi jawaban pertanyaan saya, mengapa ada saja lelaki tertarik dengan mereka ini? bahkan tak jarang yang ‘mampir’ adalah para pengguna kendaraan roda empat dengan merk mewah buatan Eropa, bahkan terlihat diantaranya adalah lelaki Bule. Lagi-lagi saya bertanya pada diri sendiri, apakah Bule ini tahu jika sebenarnya yang akan dinikmatinya itu sesuatu yang palsu? Entahlah. Tapi soal ini sesuatu yang lazim di Jakarta, bahkan sempat menyaksikan beberapa kali para ‘gay’ dengan mesranya bercumbu di sebuah restroran mewah di kawasan Sarinah-Thamrin, Jakarta.

Masih soal ‘waria’. Meski penampilannya wah, tetapi jangan sangka jika selera ‘mainnya’ juga harus di hotel-hotel mewah. Ternyata, kawasan rel kereta api termasuk dibilangan Latuharhari, adalah tempat ‘asyik-masyuk’ mereka. Tak jarang jika melintas disini, terganggu dengan ‘tawa kecil’ yang mengandung birahi. Maklumlah, Latuharhari berbatas langsung dengan rel kereta dan bantaran kali ‘banjir kanal timur’ yang diantarai taman-taman kecil. Sebuah peluang besar untuk ‘bermain gratis’ karena suasananya sangat redup dan hanya sedikit pantulan cahaya lampu jalan. Uniknya, cukup banyak penjaja kopi dan mie instan berjejr di sana. Tetapi sepertinya mereka hanyalah ‘patung-patung yang bernyawa’. Cuek dengan keadaan dan menganggap ‘peristiwa’ itu sesuatu yang amat biasa terjadi. Mungkin karena setiap malam mereka menyaksikan pemandangan mesum itu. Tapi jangan-jangan coba menggoda waria jika Anda berjalan dengan seorang wanita. Mereka pasti menampakkan wajah marah dan mengeluarkan suara melenguh. Huh!.

Itu soal yang palsu. Lalu bagaimana dengan yang ‘asli’? Suatu malam, saya pernah mengajak istri ‘putar-putar’ Jakarta dengan menggunakan vespa butut menuju kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Sepulang dari sana, istri saya keheranan menyaksikan banyak wanita-wanita cantik malam-malam bersenda gurau dengan para tukang ojek. Saya jawab, mereka itu mencari hidup dengan menjadi pekerja seks, dan pengojek itulah yang nyambi sebagai induk semang, mencari ‘pembeli’ hingga antar jemput ke rumah masing-masing. Sepertinya simbiosis mutualisme terjadi disini.

Melihat penampilannya,  istri tak percaya jika mereka itu penjaja seks. Sebab raut kelembutan dan keayuan wanita itu lebih cocok sebagai pekerja kantoran, atau wanita karir lainnya. Ketidakpercayaan itu sirna, tatkala ‘pembeli’ datang dan membawa mereka ke hotel terdekat dimana mereka biasa mangkal. “Kasihan benar” kata istri saya.

Cerita lain di kawasan Tanah Abang Jakarta, para penjaja seks pun berjejer tanpa malu, tapi yang ini merek dan pasarnya sudah lain, sebab raut wajah mereka tak mampu berdusta. Mereka rata-rata berusia diatas 40 tahun. Cara merayunya pun lebih dewasa. Kata beberapa pedagang kali lima di sana, ‘pasar’ mereka adalah lelaki-lelaki berumur yang tak punya uang banyak. Mainnya pun bukan di hotel tetapi dipinggir jalan gelap, cukup tertutup dengan gardus dan beralas kain atau koran sekenanya. Waduh!!

Satu hal yang belum saya pahami dari diorama seks Jakara ini adalah tarif mereka. Sebab saya belum pernah mencoba menawar. Saya tak tahu Anda. Mau?

Jakarta, 23 Mei 2013Baca juga tulisan berikut ini :

Wanita itu Berbisik : “Haloo..Kacamatanya Cakep”

GIMANA rasanya jika anda digoda seorang wanita muda dan seksi? Tentu suprise, kikuk dan rada grogi. Apakagi nada suaranya rada berbisik dengan lirikan nakal. “Halo..kacamatanya cakep”. Tapi saya hanya tersenyum kecil, berlalu dan kemudian berpikir panjang siapa sosok wanita berbaju kuning dan bercelana jeans itu. Ada apa ia menggoda di tengah keramaian atrium senen itu? “Dess, saya baru sadar, ini mungkin cerita banyak orang tentang banyak wanita mapan yang kerap mencari ‘gigolo’ di keramaian Jakarta, ataukah sekedar ibu-ibu muda yang kerap iseng hanya untuk memperkenalkan diri?” pikirku positif.

Dalam seribu tanya di benak, saya terus berjalan menyusuri etalase-etalase atrium, sekedar menikmati seribu satu belajaan yang memanjakan mata. Tetapi saya juga harus jujur, jika ada keinginan bertemu lagi ibu muda itu saat itu juga, sekedar mengamati ‘tanda-tanda’ seperti yang banyak diceritakan orang, saya juga penasaran apakah ia benar-benar seorang ‘penikmat seks sewaan’, yang banyak dipertontonkan film, sinetron dan tuturan novel-novel ala Jakarta?. Benar saja! Ia masih berdiri di etalase sepatu imporan bersama seorang rekan wanita sebanya dengannya. Saat mendekat, ibu itu kembali tersenyum, tapi tak ada lagi godaan lirih.

Jika saja benar ia seorang wanita penikmat seks sewaan, senyuman kecilnya memberi arti dan memahami jika saya bukan seorang ‘gigolo’ yang bisa memenuhi hasrat seks-nya. Sebab kata banyak orang, seandainya saya memberi respon ‘kata-kata’ maka boleh jadi transaksi akan berlangsung di situ juga. Entah kapan ketemunya, urusan belakangan!. Yang pasti godaan lirih dan senyuman kecil wanita itu menambah ‘derajat’ pengalaman saya tentang ‘seks ala jakarta’. Bahkan asumsi seorang kawan menyebut jika penampilan saya saat itu ‘mengandung’ tanda-tanda jika saya seorang ‘gigolo’ . duh!!, tentu saya bingung, sebab saya memang pria berkacamata, yang saat ke atrium menggunakan setelan jeans dan kemeja lipat kotak biru ala ‘jokowi’.  Gaya yang semua orang biasa menggunakannya. Tak ada ‘tanda’ lebih yang membuat saya dapat disebut sebagai ‘pria sewaan’.

Jika ibu muda itu seorang ‘penyewa’ berarti soal ‘gaya’ tentu biasa saja, ia tampil dengan rambut pendek ala ‘polwan’, tingginya tak lebih dari 165 cm, bercelana jeans biru ketat, dengan warna baju kuning menyolok, plus sepatu hak tinggi. Bagi saya mode semacam ini, biasa dipakai ibu-ibu muda  muda di kota-kota metropolitan. Saya hanya menangkap sedikit rupa ibu itu, sepertinya ia telah bersuami dan berduit. Tampak sekali dengan cita rasa busana serta aksesori yang melekat di tubuhnya terbilang cukup mewah. Tapi soal ‘body’ bagi saya, ia tidak terbilang ‘aduhai’ bahkan parasnya pun masuk dalam kategori ‘lazim’. Dalam hati saya berkata, wanita lebih dari ini cukup banyak di kampus. Plus lagi, karena mereka adalah wanita-wanita intelek, terhormat dan tidak ‘blusukan’ menawarkan dirinya pada pria lain.

 Sekelumit pengamalan hari ini semakin menambah referensi saya menggeluti hidup di Jakarta. Tetapi saya hanya ingin berkata; “Sebenarnya wajah Jakarta tidaklah seperti ini, kehidupan sosial orang Jakarta juga sama dengan yang di daerah, gambaran tentang kehidupan seks bebas juga ada di daerah, hanya saja Jakarta adalah ibukota, semua ada di sini!”

---------

Cikini Jelang Magrib, 17 April 2013






Janda Muda, Barang Bekas, dan Persaudaraan ala Vespa

Tiba-tiba saya ingin bertanya, mengapa tidak sedikit artis cowok memilih pasangan justru berasal dari wanita berstatus janda. Saya ingat Raffi Ahmad yang enjoy bersama Yuni Sara, terus pesepakbola Gunawan Dwi Cahyo mempersunting janda Pasha Ungu, serta sejumlah deretan nama artis lainnya. Saya pikir ada kelebihan tertentu yang dimiliki seorang janda hingga banyak bujangan tergila-gila padanya. Padahal dari angka-angka statistik kependudukan negeri ini, wanita jauh lebih banyak dari pria. Ini berarti secara matematis, pria akan memilih wanita yang sederajat dalam posisi kehidupannya, yakni sama-sama ‘bujang’. Asumsi subjektif saya, biarlah janda itu milik kaum duda, atau pria yang suka berpoligami.

Apakah karena seorang janda sudah terbiasa, sehingga tak perlu capek-capek belajar membangun keluarga? Ataukah posisi janda memang membenarkan asumsi jika ia punya magnet kuat dan menggairahkan di ranjang (khususnya janda muda), sehingga banyak bujangan tunduk padanya? Apalagi kalau jandanya itu adalah Manohara dan kawan-kawan sejenisnya? Waduh, kalau yang ini pasti banyak menimbulkan kontra-persepsi jika dijadikan pembahasan utama. Tapi yang pasti, janda kini tak layak lagi dipersepsikan sebagai status yang tabu di masyarakat. Bagi saya, status janda bagi wanita muda, hanyalah sebuah bentuk proses kegagalan dalam mengarungi bahtera keluarga. Tidak lebih dari itu.

Lalu mengapa seorang janda begitu melekat di benak publik dan kerap dipersepsikan sebagai ‘kaum terlecehkan’? saya memandangnya dari beberapa sisi. Salah satunya bahwa khalayak kita sangat gandrung untuk mempersoalkan hal-hal simbolik tanpa mengetahui latar belakang mengapa simbol itu lahir. Seorang Janda muda selalu saja disimbolkan sebagai sesuatu yang liar, haus, dan tahu cara serta trik memberi kepuasan. Itulah mengapa pria begitu bersemangat seperti ingin ‘menguliti’ jika tahu jika lawan bicaranya adalah seorang yang berstatus janda muda.

Sisi lainnya, media juga sangat berperan dalam membentuk presepsi seperti itu, melalui film, novel dan artikel-artikel romantik yang jarang sekali mengungkap ‘ke-alim-an’ seorang janda. Justru sebaliknya, dalam membuat alur cerita, janda muda selalui saja tereksplore sebagai sosok mahluk yang mengundang birahi, menimbulkan kepuasan, nyaman dan hangat. Jika tak percaya, Anda bisa men-search kata ‘janda’ melalui google dan sejenisnya. Pasti yang muncul adalah sesuatu yang membuat lelaki bernafas panjang.

Maaf..saya memulai tulisan ini dengan ingatan terhadap seorang janda, yang sebenarnya adalah pengalaman  baru, jika ternyata sebuah benda yang berstatus barang bekas di Jakarta, jangan langsung dibuang, sebab di mata orang lain, itu adalah bisnis yang menguntungkan. Itu pengalaman ketika ingin membeli plat jok vespa, tunggangan yang amat saya banggakan saat ini. Begitu sulit mendapatkannya. Hampir semua toko onderdil Vespa di Jakarta, dari kawasan Otista, Galur hingga Tanah Abang, semua pemilik tokonya mengatakan “maaf plat dudukan jok itu tidak di produksi lagi! Kalau mau cari silahkan tanya di bengkel-bengkel Vespa”.

Saya langsung berfikir jika sebenarnya barang itu ada, tetapi statusnya sebagai ‘barang bekas’. Benar saja, tak lama kemudian saya mendapatkannya pada sebuah bengkel dengan harga yang hampir sama dengan barang barunya. “Ini orsinil Bang! masih kokoh, kuat. Kalau udah dipermak, sangat cantik dan menawan” kata si penjual, seolah mempersonifikasikan barang bekas itu sebagai sosok wanita cantik.

Dasar memang lagi butuh, tanpa tedeng aling-aling, saya membayarnya, lalu minta merawat dan menyepuhnya dengan warna sesuai selera saya. Hasilnya memuaskan. Gak ada bedanya dengan yang baru. Sama seperti seorang wanita muda yang sudah bercerai dengan suaminya, jika disepuh, dipermak, maka ia akan tampil sebagai perempuan yang menawan, meski statusnya tetap saja sebagai janda.

Artinya, saya ingin mengatakan kepada pembaca, jangan pernah menganggap enteng pada sebuah benda bekas, sebab ia akan sangat bermanfaat jika Anda ingin membutuhkannya apalagi terkait dengan benda yang Anda amat senangi. Sekali lagi, jangan pernah meremehkan sekecil apapaun apa yang ada di sekitar Anda, sebab suatu saat ia akan menjadi hal yang penting dalam hidup Anda. Seperti saya memandang plat jok pada vespa kesanyangan saya.

Vespa di Jakarta ini juga sesuatu yang baru di mata saya. Tidak sekedar memaknainya sebagai tunggangan yang mengantar saya kemana saya mau. Tetapi lebih dari itu, saya menemukan titik-titik humanisme yang menawarkan persaudaraan hakiki. Memiliki Vespa di Jakarta, seolah mengepakkan sayap-sayap persaudaraan. Saya tak tahu apakah organisasi pencinta skuter memang membuat aturan main seperti itu? ataukah memang Vespa mampu menumbuhkan sikap spontanitas untuk saling menyapa di jalanan? Bagi saya ini benar-benar sesuatu yang baru di tengah dinamika warga Jakarta yang diselimuti sikap egois dan tak peduli dengan yang lainnya?

Rasanya, tak salah mengoleksi motor khas Italia ini, meski kerap orang mempersepsikan Vespa sebagai kendaraan yang merepotkan, dan tak mudah ditunggangi. Padahal sebaliknya, Vespa sangat nyaman (asal lengkap tentunya), mesinnya bandel, gampang dimodifikasi, menimbulkan rasa percaya diri, dan yang terpenting membangun ikatan persaudaraan yang kuat sesama pencinta Vespa. Saya tak pernah membayangkan, sesorang pengguna Vespa tiba-tiba mendekat, mengajak berkenalan, minum kopi bareng, dan berbicara tentang hal-hal kemanusiaan. 


Saya juga tak pernah membayangkan, begitu mudahnya sesorang pengguna Vespa melambaikan tangan, membunyikan klakson ketika melintas dan melihat kita juga menggunakan Vespa. Sungguh sebuah kebaikan yang terbangun dari ikatan emosional dari sosok benda bernama Vespa ini. Saya yakin Anda yang menungangi motor ini, juga merasakan hal yang sama. Yang pasti, jangan pernah ragu untuk menggunakannya.

Saya pikir, dari persoalan janda muda, barang bekas, hingga persaudaraan ala vespa ini, ternyata ikut membenarkan sebuah persepsi, bahwa khlayak kita memang menyukai hal-hal yang berbau simbolik. Sama ketika bicara soal Presiden SBY selalu saja disimbolkan sebagai presiden yang gagal, dekat dengan sistem yang koruptif, suka pencitraan dan tidak sense atas penderitaan rakyat karena keinginan menaikkan harga BBM.

Sama seperti kita memandang anggota DPR, yang selalu saja disimbolkan sebagai wakil rakyat yang tak bisa mengurus aspirasi dan derita rakyat Indonesia yang hidup digaris kemiskinan, dan lebih suka membahas ‘rok mini’ dan berprilaku hedonis dengan fasilitas yang sangat mewah. Entalah, kita hanya menunggu sebuah kepastian di negeri ini. Kepastian akan sebuah kesejahteraan rakyat, yang akan datang layaknya janda muda yag menggiurkan. Menunggu kepemimpinan nasional kita dan membuang prilaku koruptif seperti membuang barang barang bekas ke dalam tong sampah dan tak perlu dicari lagi. Kalaupun kita mencarinya lagi, ia akan datang dengan warna baru, bermental baja untuk memperjuangkan kemandirian rakyat, dan posisinya sangat dibutuhkan seperti plat jok vespa yang sangat saya butuhkan. Dan, kita juga menunggu nasionalisme bangsa kita terbangun tanpa rasa perbedaan, seperti lambaian tangan pengguna Vespa di jalan-jalan ibukota yang padat dan macet.

Bagaimana respon Anda? Selamat membaca.

Wanita, Rintihan Nafas dan Dentuman Jakarta!

Ringkih! Saya tak tahu apa artinya. Saya hanya berteriak lirih dalam hati sesaat melangkah masuk pada sebuah ruangan yang sebelumnya hanya ada dalam cerita kawan-kawan tentang pub Classic, sebuah pub ‘berselimut’ hotel dan motel di kawasan Samanhudi Jakarta Pusat. Gemuruh musik menggetarkan suasana, seluruh ruangan menebarkan beraroma alcohol, plus wanita-wanita yang menggelayut manja tanpa sedikitpun rasa malu pada lelaki lelaki-lelaki haus hiburan. Saya mengalihkan pikiran pada runtun perjalanan kehidupan yang pernah saya lewati di berbagai kota di Indonesia. Pada hunian-hunian yang pernah saya hinggapi berteduh, dari kelas melati hingga bintang lima. Tetapi sejenak di pub itu, Classic telah menawarkan cerita baru bagi kehidupan saya, tentang arti sebuah ‘kerendahan’ manusia di mata Penciptanya. Itu normalnya! Tapi jika punya asumsi lain,  saya tak tahu lagi.

Saya tersadar sejenak, saya memasuki ‘dunia baru’ kehidupan ketimuran orang Indonesia. Saya tak menyangka jika wajah Jakarta di malam hari ‘sejauh ini’? Jika hanya iringan musik lalu kemudian orang-orang bersorak-sorai, berjoget ria, tertawa terbahak-bahak dan menenggak minuman, mungkin masih cerita yang lazim. Sebab hampir di semua kota di Indonesia menawarkan jasa itu. Tetapi jika para wanita berwajah cantik, berkulit mulus, hanya mengenakan sehelai kain tipis penutup (maaf) buah dada, dan celana dalam, lalu menari erotik dan menjadi tontonan orang banyak, mungkin juga masih lazim, sebab media-media massa kerap mengabarkan dan memperontonkan hal itu dalam tayangannya. Tapi sesuatu menjadi tidak lazim bagi saya, ketika wanita-wanita tak sekedar menari erotik dan striptis, tetapi makin panas dengan mempertontonkan dirinya di banyak orang ‘gaya’ yang sebenarnya hanya dalam cerita di atas ranjang. Duh! nafas saya jadi  naik turun. Sungguh saya telah menyaksikan pemandangan yang baru dalam usia yang memasuki 39 tahun ini. 


Sebagai lelaki normal, syahwat dan birahi tentu bercampur aduk. Apalagi adegan dua wanita cantik saling menindih, merintih, mengusap, mempertontonkan fase-fase seks yang bergairah. Saya memandang dua wajah wanita muda itu tidak sekedar menghibur para lelaki haus pengunjungnya. Tetapi aura wajahnya bercerita bahwa ia baru saja menikmati sebuah permainan seks yang sebenarnya. Kain pembalut kewanitaannya (maaf) tampak basah dengan cairan yang bukan keringat. Saya menjadi miris, naluri kelaki-lakian saya tiba-tiba menghilang berganti rasa iba. Ada perih dalam hati, bahwa manusia tak memandang lelaki atau wanita, di mata Tuhan, ia memang makhluk yang terhina.

“Ini belum apa-apa Daeng!, ini hanya adegan dua wanita. Tetapi di Thailand sana, adegannya dipertontokan lelaki dan wanita dengan sebenarnya,” Adik sepupu menyadarkan lamunan saya. Ia tahu saya amat suka mengamati setiap jengkal adegan kehidupan lalu menjadi inspirasi untuk dijadikan sebuah tulisan sederhana.

 “Talenta Daeng itu menulis, saya tahu itu dan suatu saat saya bawa Daeng ke Thailand untuk menyaksikan tontonan yang lebih panas dari apa yang Daeng saksikan malam ini”. Kata-kata sepupu saya terus mengalir dan seakan menggurui realitas kehidupan yang baru saja saya saksikan. Mungkin ia bergurau, tapi saya percaya, ia punya kemampuan membawa saya kemanapun saya mau, sebab ia seorang bisnisman sukses di Kota Jayapura sana dan baru saja kembali menikmati perjalanannya dari beberapa negara di kawasann Asia Tenggara.

 Diam-diam saya juga ikut mencermati dan memaknai setiap jengkal kata dari saudara saya ini. Saya kagum, ia masih bisa ‘bertahan’ menemani saya tanpa alcohol dan wanita penghibur. Kami berdua hanya menikmati masing-masing sebotol air mineral,  ia  tidak merokok lagi, beda dengan saya, dimana hisapan-hisapan zat nikotin itu terus menemani saya dalam setiap dentuman dan rintihan nafas wanita-wanita penghibur Pub Classic. Entalah, apakah ia malu memperlihatkan hoby yang sebenarnya ia miliki, atau memang sekedar memperkenalkan saya situasi baru Kota Jakarta?. Sebab di mata saya, seseorang yang masih muda belia, kaya raya, identik dengan penguasaan dunia malam, hura-hura dan mencari kesenangan belaka..

Saya juga diam-diam memahami ‘keprofesionalan’ para wanita penghibur itu. Meski ditawarkan oleh ‘inang pengasuhnya’, tetapi ketika kita menolak, ia tak merajuk. Mereka seolah paham bila pengunjungnya tidak sekedar mencari nafas birahi melalui tarian erotik, tetapi ada yang sekedar ingin larut dalam suasana malam dan kenikmatan ala Jakarta, seperti kami berdua. Tapi menjadi risih, jika disamping kanan kiri kita, bersilewaran wanita, yang siap  tadah, mau diapakan saja, demi segepok rupiah dan kenikmatan duniawi pengunjungnya. Risih bagi yang  tidak terbiasa, tapi lazim bagi mereka yang hidupnya dihabiskan pada hoby syahwat seperti ini.

60 menit saya berkutat dalam suasana seperti itu. Jarum jam telah menunjukkan pukul 01.00 dinihari. Saya mulai terbiasa dengan suasana malam ini. Tak ada lagi rasa kikuk dan keheranan yang berlebihan. Saya lagi-lagi menikmati sebatang rokok yang telah merengkuh hidup saya selama belasan tahun. Saya mulai merasakan dentuman Jakarta seperti saya menikmati setumpuk bacaan buku-buku berat yang tiap hari mengajak saya bercanda untuk memaknainya. Saya harus keluar dari ruangan ini, mencari suasana baru, udara baru, dan pamit pada saudara yang masih menikmati suasana malam itu.

“Bang, jatahin aku dong!” suara lirih seorang wanita muda dan cantik menepuk pundakku seraya melepaskan gelang ‘tanda masuk’ pub.. Saya kaget wanita penjaga pintu yang berpakaian sopan dan ketika masuk menawarkan senyum manis keramahannya tiba-tiba meminta uang tips. Saya yang awalnya berfikir ia wanita yang ‘beda’ dengan wanita penari erotik itu. Ternyata ia begitu mudah melontar kata meminta imbalan.

Jujur, saya langsung berfikir ia tak berbeda dengan wanita-wanita penghibur itu, meski dengan kerja yang berbeda. tapi saya harus realistis, bahwa kini saya hidup di alam Jakarta. Demi segepok uang, orang tak perlu memiliki rasa sungkan. Jika diberi ia bersyukur, jika tidak, tidak apa-apa. Kehidupan malam Jakarta adalah kehidupan ‘hitam-putih’, bukan abu-abu. Saya memilih untuk tidak memberi. Mungkin dibenak wanita itu saya kikir, tak apalah! sebab saya punya prinsip, belum tentu saya bisa berkunjung ke sana lagi, dan belum tentu ia bisa mengenali wajah saya jika kemudian saya bertemu mereka di keramaian Jakarta. Saya punya pendapat lain, bahwa manusia memiliki watak dan naluri yang berbeda, dan saya menghormati ragam perbedaan itu.

Di lobi hotel, pikiran saya melambung jauh mengalahkan irama musik yang baru saja menghentak malam kehidupan saya. Mengalahkan pesona seks  wanita-wanita itu. Mengalahkan aroma alcohol yang mencandai suara-suara kesenangan pasangan-pasangan itu. Saya memberi makna dalam kesendirian saya. Merenung dalam hati, betapa hebatnya pemilik bisnis ini. Sebab ia mampu ‘menjual’ segala kesenangan duniawi, tanpa di ganggu gugat oleh orang lain, tanpa diganggu gugat oleh Ormas yang kerap mengatas-namakan agama dan kelompok, dan tanpa diganggu-gugat oleh aparat keamanan. Saya merenung dalam hati, bahwa apa yang saya pijak hari ini adalah ‘dunia’, bukan ‘akhirat’. Dunia selalu penuh dengan ketidak-seimbangan. Jika Anda memiliki segalanya, maka Anda bisa berjalan pada apa yang Anda mau!

Malam makin larut saya membelah malam Jakarta. Kasur di kosan saya teringat dalam ingatan, ia seolah lebih menggoda dari wanita-wanita pub itu untuk saya tiduri. Terima kasih Jakarta. Saya suka rintihanmu, saya suka nafas dan dentumanmu! Selamat malam!!.

Semoga memberi makna bagi saudaraku para pembaca blog ini.

Image Seks Kota Manado. Mari Jo!


-->
Manado memang indah, cantik dan punya daya tarik tersendiri. Kota di utara Indonesia ini, dari segi nama memang punya daya jual. Menyebut dan membayang nama Manado, seolah membayang nama-nama kota yang ada di luar negeri. Manado seolah bersanding dengan nama-nama kota di negeri ‘latin’, seperti Madrid, Cossovo, dan lainnya. Apalagi nama-nama kota di Asia, hampir serupa seperti Mindanao, dan Macao. Yang pasti, image Manado bagi orang yang belum berkunjung ke sana, pasti lebih melekat dibanding kota-kota lainnya di Indonesia seperti Surabaya, Bandung dan Makassar. Ke Manado, seolah berkunjung ke negeri lain.

Saya pun membuktikannya, meski hanya melintas beberapa hari di Manado, image saya seolah ‘di paksa’ membuktikan kemolekan Manado. Bahkan rekan-rekan  yang mengetahui perjalanan saya ke Manado mengingatkan saya dengan idiom 3B, yakni bubur, bibir dan bunaken. Malah ada yang nambah ‘Bobo Jo!’ katanya. Lebih parah lagi, mereka seolah memaksa saya untuk menikmati salah satu dari empat pilihan itu. ‘Bibir dan Bobo’...waduww....

Tapi, ada pula yang mengingatkan, agar berhati-hati dengan kemolekan Manado. “Hati-hati so pigi Manado, disi-disi so pasti beking seks,” kira-kira artinya lebih kurang begini; hati-hati saja kalau Anda bepergian ke Manado, disini pasti banyak ‘pembuat’ seks. Separah itukah?

Saya pun bertanya dalam hati, apakah merugi jika ke Manado tapi tidak menikmati  seks Manado itu? Sebagai pendatang baru saya ingin membuktikannya, dengan niat merubah image Manado sebagai kota bebas ‘yang itu’. Saya hanya ingin Manado benar-benar sebagai kota metropolitan layaknya Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. Sudah pasti fasilitas ‘seks’ banyak tersedia, namun image sebagai kota seks tentu tidak boleh dikembangkan. Sebab Kota Manado adalah kota yang sama posisinya di Indonesia sebagai kota yang penuh keindahan, keramahan...

Sesampai di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado 24 Mei baru-baru ini, saya dan beberapa rekan disambut satu kalimat penyambutan, “Salam Baku Dapa!” artinya selamat berjumpa. Bandara ini terbilang sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia Timur selain Makassar. Wajar saja bila dimana-mana yang ada hanya kerumunan orang. Image Seks yang melekat di benak saya, terus menghantui, melongok kiri kanan, melihat para wanita memang rata-rata berparas cantik, putih dan modis. Jarang sekali wanita dijumpai berparas ‘standar kebawah’. Seorang rekan pejabat di kota saya bergumam, “Disini 5 cewek berjalan, ada 10 yang cantik!” katanya menganalisa kemolekan gadis-gadis Manado.

Lepas dari kawasan Bandara, lalu menyusuri kota-kota Manado sambil mencari hotel, benak saya bergumam, “Mungkin yang ini orang-orang banyak berpikir seks”. Mengandaikan keramahan, dan kecantikan serta senyuman menyungging sebagai ‘gampangnya’ menikmati seks di kota ini. Sayapun mengalihkan pikiran, ada apa ‘image’ itu begitu terbentuk di benak orang-orang?. Saya hanya terkejut, ketika masuk hotel, tiba-tiba ada yang menyapa;
 “Om butuh selimut?” Waduh! Pikiran saya, sudah pasti bukan selimut biasa, pasti selimut plus
 “Tidak, masih capek dari perjalanan” kataku
“Ow, gampang,  kalau Om butuh di pijit, torang bisa bantu, dijamin nyaman Om” katanya.
“Iya, nanti saya ya? Kita masih mau jalan jauh” kataku.
“Ok-ok, kalau butuh ini nomor bisa dihubungi” jawabnya orang yang menurutku seorang ‘makelar’.

Sekitar 2 jam lebih menyusuri malam kota Manado, seraya surfing ‘google’ mencari daftar hotel dan bertanya pada beberapa orang, hampir semua hotel yang ditawarkan adalah hotel kelas bintang dengan layanan plus tentunya. Maraknya hotel berbintang ini muncul pasca kegiatan Word Ocean Conferency (WOC) yang dihadiri puluhan negara beberapa waktu silam. Dan, kami putuskan nginap di salah satu hotel di kawasan Boulevard Manado. Memang nyaman, apalagi ada pesan khusus dari sejumlah rekan di sana soal makanan bagi yang Muslim. Kalau yang satu ini tidak masalah, sebab memang yang namanya hotel dengan penduduk yang heterogen, ada saja dijumpai makanan non halal.

Pagi Yang Indah, Mana Doi!
Malam terlewati dengan pulas dan tanpa ‘gangguan’ image kotor, kami sambut pagi yang indah. Terus menyusuri kota Manado yang istimewa itu. Disana terangkai indah pantai kawasan Boulevard dengan latar Gunung Manado Tua nun jauh di sana. Manado memang menawarkan objek wisata yang tiada banding.

Memandang ke atas, gunung Klabat yang dikelilingi awan putih seolah meneduhkan suasana kota Manado, belum lagi Nyiur melambai seolah memanggil, inilah Indonesia itu. Nyanyian “Rayuan Pulau Kelapa”  membentuk benak saya, kalau sang komponis lagu itu mungkin terinspirasi dengan Kota Manado. Maklum pesisir Manado menuju Minahasa, nyiur melambai dimana-mana menghadap ke Laut Sulawesi, seolah memanggil “Mari Jo Torang ke Manado”.

Puas menikmati alam Manado di pagi hari, kualihkan pandangan ke gadis-gadis yang ramai berjalan menyusuri beberapa kawasan perkotaan, dari Mall, hotel, hingga beberapa kawasan perekonomian lainnya. Memang tak bisa dipungkiri, kalau image seks itu melekat (Bagi penikmat seks, tentunya) karena kemolekan para gadisnya. Putih mulus, mata agak sipit dan ramah menyungging senyum.

Puas memandang kota nan cantik ini, saya banyak bertanya pada warga sekitar tentang Kota Manado ini, ada yang mengistilahkan Manado itu dengan kata ‘Mana Doi’ artinya ‘Mana Uang (mu)’. Mungkin ini pula yang mentasbihkan Manado sebagai kota sekuler sekaligus beraliran konsumensarisme. Tapi yang pasti, saya berkesimpulan kalau Kota Manado memang kota entertaniner. Dimana-mana ada hiburan, kawasan wisata hingga fasilitas pemuas diri lainnya.

Sejarah Kota Manado
Sekali lagi, dalam sejarah panjang Kota Manado, kata Manado berasal dari Bahasa Minahasa dari kata Mana Rou atau Mana Dou yang berarti “Di Jauh”. Kota yang diperkirakan didiami sejak abad ke -16 ini, Menurut sejarah, pada abad itu jugalah Kota Manado telah dikenal dan didatangi oleh orang-orang dari luar negeri. Nama "Manado" mulai digunakan pada tahun 1623 menggantikan nama "Pogidon" atau "Wenang".

Kata Manado sendiri berasal dari bahasa daerah Minahasa yaitu Mana rou atau Mana dou yang dalam bahasa Indonesia berarti "di jauh". Pada tahun itu juga, tanah Minahasa-Manado mulai dikenal dan populer di antara orang-orang Eropa dengan hasil buminya. Hal tersebut tercatat dalam dokumen-dokumen sejarah yang ada.

Tahun 1658 , VOC membuat sebuah benteng di Manado. Sejarah juga mencatat bahwa salah satu Pahlawan Nasional Indonesia , Pangeran Diponegoro pernah diasingkan ke Manado oleh pemerintah Belanda pada tahun 1830 . Biologiwan Inggris Alfred Wallace juga pernah berkunjung ke Manado pada 1859 dan memuji keindahan kota ini.

Keberadaan kota Manado dimulai dari adanya besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 1 Juli 1919 . Dengan besluit itu, Gewest Manado ditetapkan sebagai Staatsgemeente yang kemudian dilengkapi dengan alat-alatnya antara lain Dewan gemeente atau Gemeente Raad yang dikepalai oleh seorang Walikota ( Burgemeester ).

Pada tahun 1951 , Gemeente Manado menjadi Daerah Bagian Kota Manado dari Minahasa sesuai Surat Keputusan Gubernur Sulawesi tanggal 3 Mei 1951 Nomor 223. Tanggal 17 April 1951 , terbentuklah Dewan Perwakilan Periode 1951-1953 berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Nomor 14. Pada 1953 Daerah Bagian Kota Manado berubah statusnya menjadi Daerah Kota Manado sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42/1953 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 15/1954.

Tahun 1957 , Manado menjadi Kotapraja sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957. Tahun 1959 , Kotapraja Manado ditetapkan sebagai Daerah Tingkat II sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959. Tahun 1965 , Kotapraja Manado berubah status menjadi Kotamadya Manado, yang dipimpin oleh Walikotamadya Manado KDH Tingkat II Manado sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 yang disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hari Jadiku sama dengan Kota Manado.
                Saya lebih tertarik menulis kota ini, karena sangat special bagiku. Manado sama dengan tanggal kelahiranku, artinya kalau memeriahkan HUT Kota Manado, itu berarti juga memeriahkan ulang tahunku. Bangganya! Yakni tanggal 14 Juli.

 Hari jadi Kota Manado yang ditetapkan pada tanggal 14 Juli 1623 , merupakan momentum yang mengemas tiga peristiwa bersejarah sekaligus yaitu tanggal 14 yang diambil dari peristiwa heroik yaitu peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 , dimana putra daerah ini bangkit dan menentang penjajahan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia , kemudian bulan Juli yang diambil dari unsur yuridis yaitu bulan Juli 1919 , yaitu munculnya Besluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan, dan tahun 1623 yang diambil dari unsur historis yaitu tahun dimana Kota Manado dikenal dan digunakan dalam surat-surat resmi.

Berdasarkan ketiga peristiwa penting tersebut, maka pada setiap tanggal 14 Juli Kota Manado merayakan HUT-nya. Dan pada tanggal 14 Juli 2010 mendatang ini masyarakat dan pemerintah Kota Manado merayakan hari jadinya yang ke-387. Selamat Jo, semoga image kota sebagai kota seks, tidak ada lagi. (catatan dengan sumber beberapa sejarah kota Manado)

Manado di pagi hari, 26 Mei 2010.

5 Musik Pembangkit Gairah Bercinta

Jakarta - Anda menginginkan seks yang penuh gairah dan semangat, atau lebih suka momen bercinta lebih santai dan romantis? Maka wujudkan keinginan Anda itu dengan musik.

Dikutip dari Intimate Medicine, setiap jenis musik mampu memberi efek tersendiri bagi pendengarnya, termasuk saat ingin membangun mood bercinta. Mau tahu jenis musik apa saja yang bisa meningkatkan kualitas seks Anda dan suami?

1. R&B
Musik beraliran R&B biasanya lebih banyak memiliki lirik yang bercerita tentang cinta, hubungan asmara dan seks. Anda bisa mengekspresikan perasaan Anda pada si dia dengan lagu R&B bertema romantis sebelum bercinta. Beberapa lirik lagu R&B juga bisa menciptakan suasana seksi yang bisa membangkitkan gairah bercinta saat foreplay maupun penetrasi seks. Pilih lirik dan melodi yang tepat bersama pasangan.

2. Musik Elektronik
Tempo musik elektronik yang upbeat, bisa memacu gerakan Anda dan pasangan semakin cepat dan cepat saat bercinta. Musik elektronik cocok bagi pasangan yang memang menginginkan aktivitas bercinta yang agresif dan penuh gairah.

3. Musik Etnik
Jika ingin suasana bercinta yang unik dan berbeda, putarlah musik-musik etnik. Ritme yang lembut dan melodi unik dari instrumen musik tradisional akan membuat Anda serta pasangan merasa seksi. Beberapa jenis musik etnik bahkan bisa menggoda pasangan untuk bercinta dengan cara yang spesial.

4. Jazz
Bila Anda menginginkan foreplay lebih lama, seks yang sensual dan lama, maka musik jazz pilihannya. Musik jazz cocok bagi pasangan yang ingin 'menabung' hasrat untuk mendapatkan kenikmatan hebat saat penetrasi seks. Tapi biasanya tidak semua orang bisa menikmati musik jazz. Tanyakan pada pasangan apakah dia suka dengan jenis musik ini. Jika ya, segera putar lagu dari musisi jazz favorit Anda.

5. Bossa Nova
Aliran musik yang berasal dari Brasil ini dikenal sebagai salah satu jenis musik yang bisa membuat wanita bergairah. Irama khas Brasil yang menggoda akan membuat hasrat seksual Anda timbul jika bersama dengan sang suami.

(sumber : wolipop)


6 Kesalahan Kecil yang Bisa Rusak Momen Bercinta

Jakarta - Banyak faktor yang bisa merusak kenikmatan bercinta, bahkan hal-hal sekecil apapun. Beberapa kesalahan kecil ini mungkin kerap luput dari perhatian pasangan suami-istri saat berhubungan seks. Tapi jika Anda mau memperbaikinya, pengalaman bercinta akan jadi lebih menyenangkan.

Ini dia enam kesalahan dalam bercinta yang mungkin dianggap sepele, tapi sebaiknya jangan pernah Anda abaikan, seperti dikutip dari Times of India.

1. Tidak Berciuman
Banyak pasangan yang berciuman hanya pada saat foreplay, bukan saat penetrasi. Alasan yang paling umum, karena mereka terlalu fokus berhubungan seks dan takut ciuman merusak ritme bercinta. Akan tetapi, tidak ada salahnya sesekali mendaratkan bibir Anda ke bibir pasangan ketika penetrasi untuk lebih memberi 'rasa' dan menciptakan keintiman yang lebih intens.

2. Gigitan Sensual yang Mengagetkan
Gigitan pada bibir, telinga atau leher memang bisa meningkatkan gairah seksual pasangan. Tapi jangan melakukannya secara tiba-tiba, apalagi jika dia belum mendapat rangsangan seks. Hal ini akan membuat pasangan kaget, takut dan membuat suasana yang harusnya romantis jadi canggung. Pastikan dulu pasangan Anda sudah terangsang dengan sentuhan atau ciuman, sebelum Anda memberikan 'gigitan sensual' pada beberapa bagian tubuhnya.

3. Hanya Fokus pada Organ Intim Pasangan
Pada akhirnya, memang area genital pasangan yang paling memegang peranan saat berhubungan seks. Tapi bukan berarti bagian tubuh lainnya boleh diabaikan. Jangan hanya fokus pada organ intim pasangan, tapi beri juga perhatian pada seluruh area tubuh; lutut, pergelangan tangan, punggung dan perut adalah zona yang bisa membangkitkan semangat bercinta. Memberi stimulasi ringan pada bagian-bagian tersebut akan menambah kenikmatan dalam bercinta.

4. Tidak Menahan Tubuh Saat Posisi Woman on Top
Saat posisi woman on top, jangan menumpukan seluruh beban tubuh Anda di atas pasangan. Hal ini akan membuat si dia lebih berkonsentrasi menahan berat tubuh Anda dan sulit bernapas. Kondisi tersebut tentunya akan mengurangi kenikmatan bercinta. Boleh saja mengekspresikan luapan gairah, tapi jangan sampai keluar batas. Tahan sedikit berat tubuh Anda agar tidak terlalu membebani pasangan.

5. Mencapai Klimaks Terlalu Cepat/ Lama
Kesalahan ini mungkin lebih banyak terjadi pada pria. Meskipun sulit, orgasme sebenarnya bisa dikontrol --bagi mereka yang tidak memiliki gangguan seksual. Para pria sebaiknya rajin melatih otot penis untuk mengontrol kapan seharusnya berejakulasi di waktu yang tepat. Terlalu cepat, akan membuat pasangannya kurang puas. Sedangkan ejakulasi yang terlalu lama bisa membuat pasangan lelah. Untuk menghindari ini (ejakulasi terlalu cepat atau lama), cobalah melakukan foreplay lebih lama.

6. Terlalu Diam
Tentunya Anda senang, jika pasangan memuji performa seks Anda atau dia menyatakan puas dengan hubungan seks yang baru saja dilakukan. Berikanlah perlakuan yang sama padanya. Tidak perlu memujinya dengan kalimat yang berlebihan. Cukup dengan desahan kecil atau kalimat seperti, 'aku sangat menikmati gerakan yang tadi' sudah membuatnya senang dan lebih semangat memuaskan Anda.

(sumber : wolipop)

Semakin Pintar, Wanita Makin Sulit Orgasme?

Jakarta - Tingkat intelektual seorang wanita ternyata bisa memengaruhi kehidupan seksualnya. Sebuah penelitian di Jerman mengungkapkan, semakin tinggi kepintaran wanita, akan semakin sulit baginya untuk mencapai orgasme saat bercinta.

Seperti dikutip dari Genius Beauty, para peneliti menemukan, wanita pintar atau cerdas cenderung jarang merasakan kepuasan dalam hubungan seksual dengan pasangannya. Hasil ini didapat setelah peneliti melakukan survei pada lebih dari 2.000 wanita dari rentang usia 18-49 tahun.

Survei tersebut menunjukkan bahwa hampir 60% wanita dengan tingkat edukasi lebih tinggi, cenderung lebih sulit meraih orgasme dibandingkan wanita berpendidikan rendah dan sedang. Sulit orgasme tidak hanya dialami mereka satu atau dua kali, tapi secara konstan; hampir setiap kali sesi bercinta.

Sementara bagi wanita dengan tingkat pendidikan atau kepintaran rata-rata, hanya 40% yang mengaku menghadapi masalah yang sama (sulit orgasme-red). Mengapa demikian?

Menurut para peneliti, hal tersebut disebabkan, wanita dengan intelektualitas tinggi cenderung lebih teliti dalam segala hal, termasuk urusan bercinta. Sedikit saja kesalahan yang mengganggunya saat berhubungan seks, gairah wanita akan menurun.

Selain itu, wanita pintar juga cenderung terlalu banyak berpikir saat penetrasi seks. Apakah foreplay yang dilakukannya sudah benar, apakah posisi bercinta sudah tepat, apakah dia bisa memuaskan pasangan, bagaimana performa seksnya di depan pasangan, dan sebagainya. Berbagai hal yang berkecamuk dalam pikiran, membuatnya kurang menikmati momen keintiman bersama sang suami.

Namun, para wanita pintar sepertinya tidak sendirian mengalami masalah ini. Menurut Durex Global Sex Survey, tercatat hanya 17% wanita yang mengalami orgasme saat berhubungan intim. Beberapa wanita bahkan tidak bisa merasakan orgasme setiap kali bercinta. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor; pasangan yang tidak perhatian, trauma masa lalu dan kurang gairah seksual. Penjelasan lebih lengkapnya, Anda bisa menyimaknya di sini.

(sumber : wolipop)

Quickie, Solusi Bercinta untuk Pasangan Sibuk

Jakarta - Kesibukan kerja saat ini sepertinya semakin menyita hari Anda. Apalagi dengan adanya BlackBerry atau smartphone lainnya, pekerjaan pun bisa kembali dikerjakan di rumah.

Jika hal itu sudah terjadi, seks terkadang jadi hal yang akhirnya dikesampingkan. Demi pekerjaan atau karena sudah terlalu lelah bekerja, Anda dan pasangan memilih menunda bercinta.

Jangan sampai hal di atas terjadi terus-menerus. Seperti dikutip sexlessmarriage, menurut Asisten Profesor Jurusan Sosiologi di Georgia State University, pada sebuah penelitian di 1993 ditemukan, pasangan yang pernikahannya tidak dibumbui seks lebih berisiko berakhir dengan perceraian. Sedangkan pasangan yang aktif secara seksual tidak memiliki risiko tersebut.

Tentu Anda tidak mau masalah di atas terjadi pada pernikahan Anda. Berikut ini tips bercinta untuk pasangan sibuk, seperti dikutip Glamour:

1. Luangkan Waktu
Memang nasihat pertama ini terdengar klise, tapi hal itulah yang bisa Anda lakukan jika ingin agenda bercinta tidak lagi terlewatkan. Terlepas dari Anda sudah lelah atau tidak antusias, seks seharusnya bukanlah beban, tapi justru jadi penyemangat Anda.

Jadi, cobalah luangkan waktu untuk bercinta di sela-sela kesibukan tersebut. Jadikan seks sebagai prioritas. Jika membayar tagihan bisa jadi prioritas Anda, kenapa seks tidak?

Sesekali, ajak pasangan untuk kembali berkencan. Berdandan untuk momen istimewa itu juga tidak ada salahnya. Sebelum mulai bercinta, melakukan foreplay dengan mandi bersama bisa jadi pilihan.

Usaha memang perlu dilakukan untuk membuat Anda dan pasangan mood untuk bercinta. Setidaknya dalam satu atau dua minggu, luangkan satu hari untuk momen istimewa ini.

2. Cobalah Quickie
Pasangan yang sibuk seringkali hanya punya sedikit waktu untuk bersantai. Tentu sex marathon bukanlah solusi tepat untuk Anda. Cobalah luangkan waktu beberapa menit untuk quickie.

Saat bangun tidur dan sedang diburu waktu untuk ke kantor, bisa jadi momen yang tepat untuk melakukan quickie dengan pasangan. Perasaan dikejar waktu ini untuk beberapa orang bisa jadi sangat menggairahkan, apabila berhubungan dengan seks.

3. Sentuh dan Katakan

Sedikit sentuhan di tubuh bisa mengeksperikan emosi Anda dan memicu gairah. Saat Anda menyentuh jari dan pundak pasangan serta mengucapkan kata sayang, si dia bisa merasakan bagaimana perasaan Anda.

Untuk pria, Anda bisa mencoba memegang pinggang istri dan mencium lehernya saat istri sedang memasak atau mencuci piring. Sedangkan untuk wanita, saat menonton televisi bersama, Anda bisa bermanja-manja di pundaknya. Di waktu yang Anda rasa tepat, mulailah mengajaknya ke momen yang lebih intim.

4. Kenakan Busana yang Membuat Anda Merasa Seksi

Saat si dia pulang kantor dalam keadaan lelah dan Anda tampil dengan daster yang seadanya, padahal Anda ingin mengajaknya bercinta, tentu pasangan tidak akan tertarik. Tidak ada salahnya Anda memiliki 1-2 lingerie yang bisa dipakai saat ingin menggodanya.

Wanita biasanya akan merasa seksi saat memakai lingerie. Perasaan seksi itu pun akan terlihat oleh pasangan sehingga mereka tertarik dan tentu saja tergoda untuk menyentuh istrinya. Apalagi jika Anda kemudian mencoba menggodanya dengan sentuhan-sentuhan, si dia bisa jadi benar-benar bergairah.

5. Singkirkan Semua Gadget
Seperti dikutip Time, untuk beberapa orang, BlackBerry atau smartphone adalah sebuah kebutuhan. Gadget tersebut membuat hidup menjadi lebih mudah. Hanya saja efek dari kecanggihan teknologi tersebut, orang-orang menjadi terus-menerus bekerja dan mengganggu hubungan pribadi mereka. Gara-gara alat canggih itu, pasangan menjadi semakin sibuk sehingga sulit meluangkan waktu untuk intim dengan pasangan.

Jadi, untuk Anda dan si dia yang memang termasuk pasangan sibuk, jika memang ingin menikmati seks, singkirkanlah semua gadget tersebut dari tempat tidur. Jadikan tempat itu sebagai tempat untuk merayakan cinta Anda, tanpa adanya gangguan suara telepon atau televisi.

Bagaimana, tertarik mencoba?

(sumber : wolipop)

Metode Bercinta yang Aman untuk Wanita Hamil

Jakarta - Tidak sedikit wanita yang hamil memiliki kekhawatiran saat bercinta. Padahal bercinta saat hamil aman-aman saja dilakukan asal tahu apa yang harus diperhatikan.

Menurut pakar seks Wolipop, Dokter Vanda Mustika, saat seorang wanita hamil, maka kondisi hormonalnya akan sangat berubah. Hal itu karena adanya hormon-hormon yang bertambah selama hamil.

Penambahan hormon ini menyebabkan wanita hamil mengalami peningkatan libido. Biasanya libido mulai naik pada trimester kedua, yaitu memasuki bulan keempat atau kelima.

"Hubungan seksual aman dilakukan selama hamil sepanjang tidak ada masalah dalam kehamilan itu," ujar dr. Vanda.

Masalah kehamilan yang dimaksud oleh dr. Vanda misalnya kehamilan yang disertai dengan pendarahan, kehamilan yang disertai dengan infeksi jalan lahir seperti keputihan infeksi, atau kehamilan dengan kondisi kesehatan ibu yang kurang baik seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Meski begitu, wanita hamil yang tidak memiliki masalah kehamilan, juga perlu memperhatikan beberapa hal sebelum bercinta dengan pasangannya. Pertama adalah hubungan seksual yang dilakukan pada bulan-bulan pertama kehamilan. Pada bulan-bulan pertama kehamilan masih sangat rentan, oleh karena itu sebaiknya hubungan seksual yang dilakukan tidak terlalu agresif.

"Penetrasi penis sebaiknya tidak terlalu dalam, apalagi jika ibu pernah mengeluarkan flek-flek perdarahan setelah terjadi hubungan seksual," jelas dr. Vanda.

Setelah trimester pertama lewat, wanita hamil bisa merasa lebih nyaman untuk berhubungan intim. Kenapa? Karena menurut dr. Vanda, hubungan seksual yang dilakukan pada trimester kedua, yaitu antara bulan keempat sampai keenam dianggap aman dilakukan. Pada trimester ini, kehamilan juga sudah lebih stabil.

Bagaimana saat sudah trimester ketiga atau setelah bulan ketujuh? Sebelum menjawabnya, pertama, Anda harus paham cairan sperma mengandung suatu zat yang bernama prostaglandin, zat ini adalah salah satu mediator radang. Prostaglandin bisa menimbulkan reaksi pada rahim berupa suatu kontraksi.

Oleh karena itu menjelang akhir-akhir kehamilan, jika ingin berhubungan seksual lebih baik mengunakan kondom untuk mencegah kontak langsung cairan sperma dengan mulut rahim. Menjelang hari taksiran melahirkan, baru hubungan seksual dapat dilakukan tanpa pengaman. Hubungan seks ini pun bermanfaat untuk mempermudah terjadinya proses persalinan dengan adanya kontraksi rahim yang baik.

Untuk posisi bercinta saat hamil, posisi yang disarankan adalah yang tidak menekan kandungan/perut ibu. Wanita hamil dan pasangannya bisa berhubungan seks dengan posisi menyamping, dari arah belakang, atau wanita di atas.

(sumber wolipop)

6 Cara Terbaik untuk Membuat Wanita Orgasme

Jakarta - Salah satu halangan terbesar wanita untuk mendapatkan orgasme saat bercinta adalah masalah psikologis. Bagi wanita, meraih orgasme juga butuh proses yang bertahap.

Tidak mudah memang bagi wanita mendapatkan kenikmatannya saat bercinta. Hal itu pun terbukti karena menurut penelitian seperti dikutip dari Shaaditimes, hanya 25% wanita yang bisa mencapai orgasme saat berhubungan intim dengan pasangannya.

Sampai saat ini pun belum ada satu teknik pasti yang bisa dilakukan pria untuk membuat pasangannya orgasme. Membutuhkan proses yang perlahan mulai dari membangun mood hingga sentuhan agar wanita bisa bergairah dan akhirnya mampu orgasme.

Apa saja yang harus dilakukan agar seorang wanita bisa mencapai orgasme? Berikut ini enam cara terbaik, seperti dikutip dari enzine:

1. Jangan Buat Wanita Tertekan

Sebenarnya hal pertama ini bukan berarti salah pria, hingga wanita merasa tertekan saat berhubungan intim. Tanpa adanya ucapan pria yang membuat tertekan, wanita sudah merasakan hal itu. Mereka selalu khawatir apakah bisa mencapai orgasme. Saat tidak bisa mencapainya, wanita akhirnya memilih memalsukan orgasmenya agar tidak mengecewakan pasangan.

Bagaimana mengatasinya? Pertama, camkanlah pada diri Anda sendiri, untuk bercinta dengan rileks. Nikmati saja momen tersebut tanpa harus berpikir macam-macam. Kedua, untuk pria, katakan pada wanita kalau Anda hanya ingin bercinta dengannya entah itu akhirnya memberikan si wanita orgasme atau tidak.

Cobalah saling menjelajah tubuh pasangan. Siapa tahu saat melakukan hal itu, Anda dan suami akan menemukan titik-titik erotis yang selama ini terlupakan.

2. Mood Sangat Penting
Lakukan apapun agar Anda merasa mood untuk bercinta. Biasanya cara yang bisa dilakukan adalah dengan merasa seksi. Anda bisa mengenakan baju seksi, mandi bersama atau mengucapkan kata-kata yang sedikit nakal pada pasangan. Buat cahaya di kamar menjadi sedikit temaram dan nyalakan musik yang lembut.

Sedangkan untuk pria, cobalah beri pujian pada istri Anda. Jangan terburu-buru untuk mengajaknya bercinta. Saat kalian duduk di sofa misalnya, Anda bisa mengobrol sambil sesekali memberinya sentuhan. Memberikan pijatan lembut juga bisa jadi salah satu cara membangkitkan gairah wanita.

3. Jangan Hanya Diam
Komunikasi adala kunci untuk hubungan percintaan yang menyenangkan. Komunikasi ini bisa berupa pujian untuk wanita agar membuatnya semakin percaya diri. Beberapa wanita biasanya jadi tidak percaya diri saat tampil tanpa busana di depan suaminya sehingga sulit mencapai orgasme.

Bentuk komunikasi lainnya adalah dengan mengeluarkan sedikit suara saat mulai bercinta dengan. Khusus untuk pria, tunjukkan kalau Anda menyukai apa yang dilakukannya. Hal ini bisa membuat wanita semakin percaya diri.

4. Stimulasi Klitoris
Salah satu cara paling mudah dan jitu untuk bisa membuat seorang wanita orgasme adalah dengan memberikan stimulasi klitoris. Seperti dilansir SavvyMiss, 95% wanita bisa meraih orgasme setelah mendapatkan stimulasi tersebut.

"Area klitoris adalah area paling sensitif ketimbang vagina. Jadi saat mendapat stimulasi, bisa membuat wanita lebih bergairah ketimbang penetrasi vagina," jelas Psikolog Seks Dr. Petra Boynton.

Memang cukup banyak wanita tidak bisa mencapai orgasmenya melalui penetrasi. Hal itu karena hanya ada sedikit syaraf yang berakhir di dinding Mrs V ketimbang di bagian depan. Jadi meskipun pria sudah melakukan penetrasi cukup dalam, terkadang tetap tidak bisa membuat wanita orgasme.

Trik yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan gerakan memutar saat penetrasi. Gerakan tersebut bisa membuat tulang kemaluan pria mendekati klitoris wanita.

Stimulasi klitoris sebenarnya juga menjadi penyebab kenapa wanita suka posisi bercinta woman on top. Dengan posisi itu, wanita bisa mengontrol gerakannya sehingga bisa menstimulasi klitorisnya secara maksimal dengan cara menggerak-gerakkan pinggul.

5. Konsisten
Saat pasangan sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Anda orgasme, teruskan triknya tersebut. Ia sebaiknya juga konsisten dengan triknya tersebut. Usahakan pasangan tidak berhenti melakukannya sampai Anda mendapatkan orgasme. Trik baru bisa Anda dan pasangan coba saat trik sebelumnya suda benar-benar dikuasai.

6. Buat Wanita Orgasme Lebih Dulu
Pria harus ingat, masalah psikologi adalah halangan terbesar wanita untuk mendapatkan orgasme. Jadi saat pria bisa mencapai orgasme duluan, hal itu bisa membuat wanita jadi tidak mood lagi untuk bercinta. Oleh karena itu, usahakan agar wanita dulu lah yang mencapai orgasme. Bercintalah dengan perlahan dan tidak terlalu menggebu-gebu agar pasangan tidak terlalu cepat mencapai orgasmenya.

(sumber wolipop)

Cara Unik Kembalikan Lagi Semangat Bercinta

Jakarta - Dalam rumah tangga, semangat bercinta antara suami dan istri bisa saja menurun. Penyebabnya bisa karena beberapa faktor; sibuk, kurang komunikasi, bosan, gaya hidup tidak sehat atau kurang percaya diri.

Bila masalah ini terjadi pada Anda dan pasangan, ada beberapa cara unik yang bisa dilakukan agar gairah bercinta kembali tinggi. Berikut ini tipsnya, seperti dikutip dari Times of India.

1. Pergi ke Dapur
Pergilah ke dapur, dan lakukan permainan 'chef dan asisten'. Sang suami yang menjadi chef, dan Anda berakting sebagai asistennya. Anda dan pasangan tidak perlu serius memasak, cukup tuangkan saus tomat ke piring, ambil saus tersebut dengan jari-jari Anda dan minta pasangan untuk menjilatnya. Selain saus, Anda juga bisa menggunakan whipping cream atau kecap. Stimulasi antara lidah dan jari bisa membantu Anda dan pasangan lebih mudah dapatkan gairah bercinta.

2. Lihat Video atau Album Foto Kenangan
Kembalilah ke masa-masa Anda dan si dia saat masih berpacaran atau di awal pernikahan, dengan membuka album foto kenangan atau menonton video jika ada. Dengan begitu, Anda akan teringat lagi saat pertama kali bertemu, ciuman pertama, ketika si dia melamar atau indahnya bulan madu. Momen indah itu akan menambah rasa kebersamaan, kehangatan dan romantisme. Keintiman secara emosional, bisa memengaruhi keintiman fisik dan akhirnya timbul hasrat bercinta yang lebih menggebu.

3. Olahraga

Ajaklah si dia jogging, berenang atau bersepeda bersama. Olahraga membantu melepaskan endorphin --hormon yang membuat seseorang merasa senang-- sehingga kedekatan Anda dan pasangan lebih intens. Selain itu, olahraga juga meningkatkan stamina tubuh yang bisa membantu aktivitas seks Anda lebih lama dan memuaskan.

4. Menari
Anda tidak harus jago menari, atau menjadi penari profesional. Cukup pegang tubuh pasangan dan berdansa perlahan. Pilih lagu dengan lirik bertema cinta, dan nikmati iramanya dengan saling menyentuh punggung pasangan, mencium leher atau menghirup harumnya parfum yang si dia kenakan. Keintiman saat berdansa, bisa mengantar Anda berdua untuk lebih dekat dan akhirnya berhasrat untuk menikmati kemesraan di tempat tidur.

5. Lakukan Permainan
Lakukanlah permainan yang Anda sukai; Uno, Twister, Truth or Dare atau kartu remi. Buatlah perjanjian, siapa yang kalah harus menuruti perkataan yang menang. Setiap sesi permainan, si pemenang akan mengajukan permintaan pada si kalah, misalnya mencium bibir, mengecup leher, dan sebagainya. Permainan akan meningkatkan level adrenalin dan menambah gairah bercinta pasangan.

(sumber wolipop)

Ubah Gaya Hidup Demi Seks Hebat

Jakarta - Gaya hidup yang sehat dan seks yang hebat selalu berjalan beriringan. Jika Anda mendambakan kegiatan bercinta yang luar biasa, mulailah untuk memiliki gaya hidup dan kebiasaan yang sehat.

Seperti yang dikutip dari Sheknows, Dr Eric Braverman, penulis buku 'Younger (Sexier) You' menganjurkan Anda untuk membiasakan hidup sehat dengan empat kebiasaan ini. Apa saja?

1. Memakan yoghurt
Selain lezat dan menyegarkan, yoghurt juga memiliki manfaat untuk kehidupan seks. Yoghurt dipercaya dapat meningkatkan gairah bercinta dan mengandung protein yang baik untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Jadi, pastikan untuk mengonsumsi satu cangkir yoghurt rendah lemak setiap harinya.

2. Banyak minum air
Biasakan untuk banyak meminum air sepanjang hari. Air berfungsi untuk membersihkan sistem pencernaan Anda, menggerakkan partikel makanan dengan cepat sehingga membuat berat badan Anda tetap terjaga. Namun yang menarik, tubuh yang terhidrasi dengan baik merupakan tubuh dengan pelumas yang juga baik, oleh karena itu air dapat membuat kegiatan bercinta jauh lebih nyaman.

3. Sering berolahraga

Olahraga dapat berfungsi sebagai afrodisiak karena membuat tubuh melepaskan endorfin. Hormon tersebut bantu menghasilkan testosteron, yang mampu membuat libido pasangan meningkat. Orang yang berolahraga secara rutin akan lebih mudah terangsang dan mencapai orgasme daripada yang tidak.

4. Sering terkena paparan sinar matahari
Tahukan Anda? Hanya dengan 20 menit berjemur di bawah sinar matahari pagi tanpa tabir surya dapat meningkatkan produksi melanin pigmen kulit yang berguna untuk 'memanaskan' libido Anda. Jadi, mulailah untuk lebih banyak melakukan kegiatan di luar ruangan.

(sumber: wolipop)

Mau Buat Pasangan Bergairah? Sentuh Kepalanya

Jakarta - Banyak anggapan wanita memiliki lebih banyak 'zona erotis' yang bisa membangkitkan gairah seksual ketika disentuh, sementara pria hanya satu --area genitalnya. Tapi ternyata, pria pun memiliki beberapa titik rangsang di bagian tubuh lainnya.

"Pria akan merasa senang ketika pasangannya memberi perhatian pada area selain di organ intimnya. Ada beberapa bagian tubuh pria yang saat disentuh, bisa bangkitkan hasrat seksualnya dengan cepat," jelas Vrinda Vohra, konselor percintaan, seperti dikutip dari Times of India.

Lalu, bagian tubuh mana saja yang bisa menyulut gairah seks pria lebih cepat? Lima bagian tubuh pria berikut ini bisa Anda jadikan rayuan atau foreplay untuk dapatkan seks hebat.

1. Kepala (Batas Rambut, Dahi & Kelopak Mata)
Saat bagian kepala, dahi dan mata disentuh, pria akan merasakan hal yang luar biasa. Area di atas dan tepat di kelopak mata merupakan pusat konsentrasi syaraf-syaraf tubuh. Pijatan lembut di sepanjang lengkungan alis ke bagian tengah, bisa dilakukan untuk memulai foreplay.

"Antara sudut luar mata dan tulang pipi ada bagian yang sangat sensitif. Beri ciuman hangat pada area tersebut dan hembuskan sedikit napas Anda," jelas Seksolog Jayanti Mishr.

Stimulasi pada area kepala dan wajah akan memberi rangsangan lebih tinggi pada otak besar dibandingkan kesenangan secara fisik. Jadi, biarkan si dia rileks sebelum mulai penetrasi seks.

2. Area Telinga Hingga Leher
Telinga merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sensitif --khususnya pada pria-- tapi juga area sensual yang sering terabaikan. Telinga juga tempat yang tepat untuk mulai memberi pasangan Anda pijatan sensual yang menggoda dan sangat memikat.

"Zona paling erotis pria ada di bagian dalam telinga kanan. Gunakan bibir, lidah dan jari-jari Anda untuk menyentuh telinga pasangan. Anda pun bisa menggigit lembut cuping telinganya, dan bergerak perlahan menuju belakang leher. Gerakan ini pasti akan membuatnya penuh gairah," saran therapist seks Raman Rahilla.

3. Leher ke Pundak

Percaya atau tidak, beberapa wanita bisa mencapai orgasme hanya dengan stimulasi di area ini. Ternyata, cara ini juga berlaku pada pria. Mungkin tidak sampai membuatnya orgasme, tapi saat digelitik, dibelai atau hanya disentuh, bagian ini bisa memunculkan sensasi sensual yang luar biasa.

"Area di antara leher dan pundak merupakan zona sensual yang efeknya sangat dahsyat. Sebagian besar pria dan wanita mudah terangsang saat mendapat stimulasi mulai dari tengkuk, leher hingga pundak," ujar Konselor Percintaan Vrinda Vohra.

4. Pusar Hingga Bawah Perut
Pusar adalah tempat yang erotis, begitu juga dengan area antara pusar dan perut bagian bawah. Bagian ini sangat sensitif denfan sentuhan, belaian dan ciuman. Stimulasi tersebut akan menciptakan sensasi menggelitik mulai dari bagian pusar, menyebar ke daerah di bawahnya.

"Sentuh pusar pasangan dengan jari Anda, tapi jangan terlalu dalam dan keras. Ganti dengan pijatan ringan, lembut, perlahan sambil menggerakkan jari-jari Anda di seputar area itu," terang Raman Rahilla.

5. Paha

Paha bagian dalam sangat sensitif terhadap sentuhan dan stimulasi lidah. Ciuman lembut dan gerakan jari-jari ringan sepanjang paha menuju area genital akan membuat hasrat bercinta pasangan meningkat. Tapi jaga agar stimulasi Anda tidak kebablasan karena sentuhan atau ciuman yang terlalu kuat, bisa menyebabkan rasa sakit di kulit paha yang terbilang sensitif. (sumber wolipop)

Ejakulasi Dini? Coba 3 Posisi Ini

Jakarta - Tidak sedikit wanita yang mengeluh pasangannya tidak bisa bertahan lama saat bercinta. Wanita kecewa karena mereka belum mendapatkan orgasmenya, sementara si pria sudah klimaks lebih dulu dan sulit ereksi lagi.

Pada pria, ejakulasi merupakan proses yang kompleks. Proses itu terjadi akibat adanya rangsangan berulang pada penis, yang menimbulkan sensasi seksual yang makin lama makin tinggi hingga akhirnya mencapai tingkat orgasme yang ditandai dengan keluarnya sperma. Biasanya, pada pria yang baru melakukan hubungan seksual, sensasi nikmat yang baru dirasakan ini menyebabkan sistem adrenalin tubuh bekerja lebih cepat dan membuat proses ejakulasi lebih cepat terjadi.

Jika ejakulasi dini ini terus terjadi, meskipun hubungan seks sudah sering dilakukan, bukan berarti si dia harus mengonsumsi obat-obatan untuk mempertahankan ereksinya. Cobalah mengganti posisi bercinta Anda dan pasangan. Seperti dikutip askdanandjennifer, ini tiga posisi seks yang bisa dipraktekkan:

1. Berdiri
Salah satu posisi yang bisa dilakukan untuk menjaga aliran darah ke penis adalah dengan seks berdiri. Menyenangkannya posisi ini, pria harus menghabiskan banyak energinya untuk mempertahankan kakinya tetap berdiri. Bingung?

Penjelasan berikutnya adalah, ketika Anda dan pasangan bercinta dengan posisi berbaring, sebenarnya tidak terlalu banyak energi yang dikeluarkan kecuali di bagian pinggul. Jika energi hanya keluar di sana, aliran darah pun hanya akan mengalir di sekitar daerah itu, sehingga membuat pria lebih cepat orgasme. Dengan berdiri, aliran darah pria dari area penisnya ke kaki, membuat pria lebih bisa bertahan lama.

Saat pasangan sudah menguasai teknik bercinta berdiri ini, Anda dan si dia bisa mencoba trik lainnya. Misalnya saja dengan meminta pasangan menggendong Anda. Posisi ini juga bisa membuat pria semakin lama bertahan saat bercinta.

2. Variasi Posisi Misioanris
Bagi yang belum paham, saat bercinta dengan posisi misionaris, wanita berbaring dengan waja menghadap ke atas, sementara pria berada di atasnya dengan wajah menatap si wanita. Posisi ini merupakan posisi bercinta yang paling umum dan sering dilakukan pasangan.

Posisi ini juga lah yang paling mudah membuat pria mengalami ejakulasi dini. Hal itu karena saat bercinta dengan posisi tersebut, aliran darah hanya ada di sekitar pinggul dan penis. Jadi dengan aliran darah yang tidak mengalir terlalu panjang, penis jadi terstimulasi untuk cepat orgasme.

Namun bukan berarti tidak ada cara lain untuk bercinta dengan posisi ini sehingga tidak membuat pria lebih cepat orgasme. Coba variasi dari posisi misionaris yaitu dengan meminta pasangan menopang tubuh pada lutut, sementara kaki Anda dibuka lebar, namun mengunci pinggulnya.

Saat melakukannya, usahakan pasangan membuka kakinya selebar mungkin sehingga dia bisa merasakan otot-ototnya sedikit kaku. Tapi jangan terlalu lebar sehingga si dia sakit.

Dengan variasi dari posisi misionaris ini, aliran darah pasangan tidak hanya berpusat di penis dan pinggulnya. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, dengan semakin lancarnya aliran darah, berarti akan semakin lama juga pria bisa bertahan saat bercinta.

3. Woman On Top
Wanita suka bercinta dengan posisi ketiga ini karena mereka bisa lebih mudah mengatur ritme bercinta sehingga orgasme pun akan didapat. Posisi ini pun sebenarnya menguntungkan untuk pria.

Ketika wanita berada di atas, pria bisa lebih merilekskan otot-ototnya. Meski begitu, pria tetap bisa mempertahankan gairah karena melihat Anda beraksi di atasnya.

Sekadar informasi, saat pria akan mencapi orgasme, biasanya otot-ototnya akan kencang dan tegang. Jadi denga merilekskan otot, otomatis kemungkinan untuk terjadinya ejakulasi lebih kecil.

(sumber : wolipop)